POSKOTA.CO.ID - Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) sendiri yang digelar pada 10 September 2026 belakangan ramai disebut ritual sanatic.
Pertunjukan yang melibatkan Tim Simone atau Tim Simbang Gang One tersebut menuai sorotan karena sejumlah unsur dalam penampilannya.
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, Tim Simone akhirnya memberikan klarifikasi.
Perwakilan Tim Simbang Gang One atau Simone, M. Akhid, menyampaikan permintaan maaf atas penampilan yang dianggap menyinggung sejumlah pihak.
Akhid mengatakan pihaknya menyesal karena tidak memahami secara menyeluruh makna maupun simbol yang terdapat dalam konsep penampilan yang mereka bawakan.
Ia mengakui bahwa proses pencarian konsep lebih banyak dilakukan dengan melihat referensi dari berbagai festival.
"Untuk tema penampilan kami yang sedang ramai saat ini, kami dari perwakilan Tim Simone meminta maaf. Kami menyesal karena kami kurang literasi," kata Akhid, seperti dikutip pada Selasa, 15 September 2026.
Baca Juga: Jadwal Long Weekend Tahun 2027 Ada Berapa Kali? Cek Daftar Libur Panjang dan Cuti Bersama
Klarifikasi soal Simbang Kulon Night Carnival 2026
Akhid mengungkapkan, ide penampilan Tim Simone bermula ketika mereka melihat sejumlah kostum yang dianggap menarik dalam festival di daerah lain.
Kostum tersebut kemudian menjadi salah satu elemen utama yang digunakan dalam pertunjukan Tim Simone pada SKNC 2026.
Setelah melihat konsep tersebut, tim memutuskan untuk menyewa kostum dari Malang, Jawa Timur.
Lalu, kata dia, kostum yang disewa dipadukan dengan konsep pertunjukan yang telah dipersiapkan untuk mengikuti karnaval di Pekalongan.
"Kami melihat kostum unik, lalu kami sewa, lalu kami tiru idenya. Kami menyewa dari Malang," ujar dia.
Selain kostum, gerakan yang ditampilkan Tim Simone juga menjadi bagian dari pertunjukan yang ramai diperbincangkan.
Akhid menjelaskan, koreografi tersebut tidak dibuat berdasarkan ritual tertentu.
Gerakan-gerakan yang ditampilkan justru dipelajari oleh anggota tim dengan mengacu pada berbagai video pertunjukan karnaval yang tersedia di YouTube.
Tim Simone juga mengambil referensi dari penampilan karnaval di sejumlah daerah, termasuk Malang dan Magelang.
Berbagai referensi tersebut kemudian digabungkan dan disesuaikan dengan konsep penampilan yang akan dibawakan dalam SKNC 2026.
"Gerak-gerakannya kami latihan dengan teman-teman. Referensinya kami melihat dari YouTube, dari performa berbagai karnaval di berbagai daerah seperti Malang, Magelang, dan sebagainya, kami gabungkan jadi satu," jelasnya.
Unsur lain yang turut menjadi perhatian dalam kontroversi tersebut adalah adanya sesi penyembelihan kambing.
Namun, Akhid memberikan penjelasan bahwa penyembelihan kambing tersebut tidak berkaitan dengan pertunjukan maupun ritual tertentu.
Menurutnya, penyembelihan kambing memang sudah direncanakan sebagai bagian dari acara rahatan atau kegiatan berkumpul bersama setelah seluruh rangkaian kegiatan karnaval selesai.
"Untuk penyembelihan kambing itu dari kami rencana memang untuk acara rahatan setelah acara selesai. Tidak ada maksud ritual apa pun," cetus dia.
Akhid juga mengakui bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya makna atau kaitan tertentu dari unsur yang mereka gunakan dalam penampilan.
"Kami tidak tahu apa itu dan kami hanya meniru. Untuk penyembelihan itu kami murni untuk rahatan bersama setelah acara," bebernya.
