Persija Terusir dari SUGBK dan JIS, Harus Musafir ke Bali Hadapi Java United

Selasa 15 Sep 2026, 19:32 WIB
Persija Jakarta tim dengan nilai pasar tertinggi di Indonesia. (Sumber: persija.id)
Persija Jakarta tim dengan nilai pasar tertinggi di Indonesia. (Sumber: persija.id)

POSKOTA.CO.ID - Persija Jakarta dipastikan tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) maupun Jakarta International Stadium (JIS) untuk menjamu Java United pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027.

Kondisi ini membuat Macan Kemayoran harus meninggalkan Jakarta dan memainkan pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 19 September 2026.

Keputusan tersebut menjadi konsekuensi dari agenda penggunaan dua stadion yang selama ini menjadi opsi kandang Persija. SUGBK sedang dipersiapkan untuk gelaran FIFA ASEAN Cup 2026, sedangkan JIS juga memiliki agenda besar yang membuatnya tidak bisa digunakan.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung FC Seoul vs Persib Bandung Jam Berapa dan Tayang di Mana? Cek di Sini

SUGBK Disiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Persija sebenarnya memiliki alasan kuat untuk tetap bermain di SUGBK. Stadion yang berada di Jakarta Pusat itu merupakan salah satu markas utama tim ibu kota. Namun, persiapan FIFA ASEAN Cup 2026 membuat Macan Kemayoran harus mencari alternatif.

Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Dengan agenda persiapan stadion yang berdekatan dengan jadwal pertandingan, Persija tidak dapat menggelar laga kandang di SUGBK.

Situasi ini cukup merepotkan karena Persija juga sedang menjalani awal musim yang menuntut konsistensi. Bermain di kandang sendiri tentu menjadi keuntungan, tetapi kali ini mereka harus mengutamakan ketersediaan stadion.

JIS Juga Tidak Bisa Menjadi Pilihan

JIS di Jakarta Utara sebenarnya sudah didaftarkan Persija ke I.League sebagai stadion alternatif. Dengan kapasitas sekitar 82 ribu penonton, stadion ini menjadi pilihan logis ketika SUGBK tidak tersedia.

Sayangnya, JIS juga memiliki agenda lain. Stadion tersebut tengah disiapkan untuk konser penyanyi asal Kanada, The Weeknd, yang dijadwalkan berlangsung pada 26-27 September 2026.

Artinya, Persija tidak memiliki banyak ruang untuk memilih stadion kandang di Jakarta. Dua opsi yang terdaftar sama-sama tidak bisa digunakan pada periode tersebut.

Stadion Kapten I Wayan Dipta Jadi Pelarian

Persija akhirnya memilih Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, sebagai tempat menjamu Java United pada 19 September 2026. Informasi mengenai stadion tersebut tercantum dalam laman klub dan I.League.

Perpindahan ini membuat Persija harus menjalani laga kandang dengan status musafir. Selain perjalanan yang lebih jauh, tim juga perlu beradaptasi dengan suasana stadion dan dukungan penonton yang berbeda dari pertandingan di Jakarta.

Meski begitu, fokus Persija tetap pada pertandingan. Pergantian stadion tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan konsistensi di awal kompetisi.

Terancam Pengurangan Satu Poin

Persija juga perlu memperhatikan regulasi BRI Super League 2026/2027 terkait penggunaan stadion alternatif. Dalam Pasal 33 tentang Stadion, klub diperbolehkan menggunakan stadion alternatif terdaftar maksimal empat kali dalam satu musim untuk alasan tertentu.

"Penggunaan Stadion alternatif terdaftar hanya diizinkan maksimal 4 (empat) kali dalam 1 (satu) musim kompetisi dengan alasan sebagaimana dijelaskan dalam ayat (7) huruf a, b dan c Pasal ini," bunyi poin delapan regulasi tersebut.

Aturan itu juga menjelaskan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pengurangan satu poin pada musim berjalan. Pengurangan poin berlaku kembali untuk setiap akumulasi empat kali perpindahan stadion berikutnya.

Baca Juga: Syarat Persib Bandung Menang Lawan FC Seoul di ACL Two, Peluang 40:60

Tiga Kesempatan Lagi untuk Persija

Dengan satu laga yang harus dimainkan di stadion alternatif, Persija masih memiliki tiga kesempatan lagi sebelum mencapai batas empat kali penggunaan stadion alternatif dalam satu musim.

Karena itu, manajemen dan tim perlu memastikan persoalan kandang tidak terus berulang. Jika perpindahan stadion terjadi terlalu sering, bukan hanya kenyamanan pertandingan yang terganggu, tetapi juga potensi kerugian dalam klasemen.

Untuk sementara, Persija harus memusatkan perhatian pada laga kontra Java United. Bermain di Bali menjadi tantangan tersendiri, tetapi tiga poin tetap menjadi target utama Macan Kemayoran di BRI Super League 2026/2027.


Berita Terkait


News Update