Maudy Ayunda Penerima LPDP Oxford? Ini Tahun Beasiswa, PK-142 dan Kontribusinya untuk Indonesia

Selasa 15 Sep 2026, 19:18 WIB
Maudy Ayunda merupakan alumni University of Oxford dan Stanford University. Ia menerima beasiswa LPDP untuk studi S2 di Stanford dan tercatat dalam PK-142. (Sumber: Instagram/@Maudyayunda)
Maudy Ayunda merupakan alumni University of Oxford dan Stanford University. Ia menerima beasiswa LPDP untuk studi S2 di Stanford dan tercatat dalam PK-142. (Sumber: Instagram/@Maudyayunda)

POSKOTA.CO.ID - Nama Maudy Ayunda kembali menjadi perhatian ketika publik membahas alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Bukan hanya karena prestasinya di dua kampus ternama dunia, tetapi juga statusnya sebagai penerima beasiswa pemerintah dan kiprahnya di bidang pendidikan Indonesia.

Lantas, apakah Maudy Ayunda penerima LPDP untuk kuliah di Oxford? Jawabannya, bukan. Ada perbedaan penting antara pendidikan S1 yang ditempuhnya di Inggris dan studi S2 yang didanai LPDP.

Baca Juga: Sosok WNA Berinisial WS Siapa? Diduga Bunuh Penyu di Raja Ampat, Identitas Dibongkar Prilly Latuconsina

Maudy Ayunda Kuliah Oxford Bukan dengan Beasiswa LPDP

Maudy Ayunda menempuh pendidikan S1 Philosophy, Politics and Economics (PPE) di University of Oxford, Inggris, pada 2013–2016. Kuliah tersebut bukan bagian dari pendanaan LPDP.

Dalam wawancara menjelang keberangkatannya pada 2013, Maudy menyebut biaya pendidikan Oxford masih ditanggung orang tua.

“Masih orang tua sih yang biayain,” ujar Maudy ketika ditanya mengenai pendanaan kuliahnya.

Statusnya sebagai awardee LPDP baru berkaitan dengan pendidikan pascasarjana. Setelah menyelesaikan studi di Oxford, Maudy mengikuti seleksi LPDP pada 2018.

Pada Maret 2019, ia mengumumkan diterima di Harvard University dan Stanford University. Maudy kemudian memilih Stanford untuk melanjutkan pendidikan mulai 2019.

Tahun Beasiswa LPDP Maudy Ayunda dan PK Berapa?

Maudy Ayunda menjadi penerima LPDP untuk studi S2 di Stanford University pada 2019. Ia mengambil joint degree yang menghasilkan dua gelar sekaligus, yaitu Master of Business Administration dari Stanford Graduate School of Business dan Master of Arts in Education dari Stanford Graduate School of Education.

Masa studinya berlangsung pada 2019–2021.

Jadi, jika ada pertanyaan mengenai Maudy Ayunda penerima LPDP Oxford, penyebutan tersebut kurang tepat. Oxford merupakan pendidikan S1, sedangkan LPDP membiayai studi lanjutannya di Stanford.

Lalu, Maudy Ayunda PK berapa?

Berdasarkan dokumen Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP, nama lengkap Ayunda Faza Maudya tercatat dalam PK-142. Rangkaian utama pembekalan tersebut berlangsung pada 8–12 April 2019.

PK bukan seleksi masuk kampus. Program ini merupakan pembekalan wajib penerima beasiswa sebelum berangkat studi, dengan materi kepemimpinan, wawasan kebangsaan, komunikasi, adaptasi, jejaring, dan tanggung jawab sebagai penerima beasiswa negara.

Kontribusi Maudy Ayunda untuk Indonesia

Setelah menyelesaikan pendidikan, Maudy tetap aktif dalam bidang pendidikan dan pengembangan anak muda. Salah satu kiprahnya dijalankan melalui Maudy Ayunda Foundation (MAF), yang dirintis sejak 2018.

Program yayasan tersebut mencakup mentorship, beasiswa, pengembangan kepemimpinan, serta dukungan bagi siswa dan guru.

Baca Juga: Agama Amanda Rigby Sekarang Apa? Calon Istri Baru Andre Taulany Dirumorkan Mualaf

Pada September 2026, MAF membuka Impact Leaders Program Cohort IV. Program ini membawa sejumlah pilar, mulai dari Professional Development hingga Tuition Scholarship & Project Grant.

“Kami percaya pendidikan bukan hanya tentang apa yang seseorang pelajari, tetapi juga tentang kesempatan yang mereka miliki untuk tumbuh,” kata Maudy saat menjelaskan arah pengembangan yayasannya.

Kontribusi tersebut juga menyentuh wilayah terdampak bencana. Pada Mei 2026, MAF bersama Save the Children Indonesia menghadirkan ruang belajar sementara di Aceh Timur bagi anak-anak terdampak banjir.

Selain itu, Maudy tercatat terlibat dalam Teach First Indonesia, organisasi yang mendorong pemerataan pendidikan dan pengembangan pemimpin muda melalui pengalaman mengajar di daerah yang membutuhkan.

Pada 2022, pemerintah juga menunjuk Maudy sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia. Tugasnya mencakup penyampaian informasi mengenai G20 kepada masyarakat, terutama generasi Z dan milenial.

Maudy Ayunda bukan penerima LPDP untuk kuliah S1 di Oxford. Ia menerima beasiswa LPDP untuk studi S2 di Stanford pada 2019 dan tercatat dalam PK-142. Kiprahnya setelah lulus tidak berhenti pada dunia hiburan, tetapi berkembang melalui pendidikan, pengembangan anak muda, dan pelayanan publik.


Berita Terkait


News Update