22 Aplikasi HP Berisiko Tinggi Diungkap Komdigi, Ternyata Banyak Dipakai Warga RI

Selasa 15 Sep 2026, 19:41 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan perkembangan penerapan PP TUNAS dan klasifikasi risiko platform digital terhadap anak di Jakarta. (Sumber: Komdigi)
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan perkembangan penerapan PP TUNAS dan klasifikasi risiko platform digital terhadap anak di Jakarta. (Sumber: Komdigi)

Aplikasi game: Hago App, SolaMahjong, Age of Empires Mobile, serta Valo Run/Valorant.

E-commerce: Lazada dan Blibli

Layanan streaming: WeTV dan Vidio.

Daftar ini belum final dan masih dapat diperbarui oleh pemerintah.

38 PLF Risiko Rendah Tetap Perlu Pendampingan

Selain platform berisiko tinggi, Kemkomdigi menetapkan 38 PLF dengan profil risiko rendah. Layanan tersebut dinilai relatif aman bagi anak dengan pendampingan.

Contohnya mencakup Google Classroom, Canva Pendidikan, Ruangguru, layanan game PlayStation, Google Maps, dan Apple Music.

Meski begitu, kategori risiko rendah bukan berarti anak bebas menggunakan layanan tanpa pengawasan. Orang tua tetap perlu memperhatikan aktivitas digital, durasi penggunaan, serta konten yang diakses.

Baca Juga: Nusron Wahid Dikabarkan Kena OTT, Ini Penjelasan KPK

Mengapa Profil Risiko Penting bagi Perlindungan Anak?

Menurut Meutya, setiap layanan digital memiliki tingkat risiko berbeda terhadap anak. Karena itu, kewajiban perlindungan yang diterapkan kepada PSE tidak bisa disamaratakan.

“Penetapan profil risiko ini penting karena setiap layanan memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda kepada anak dan semakin tinggi risikonya tentu semakin kuat langkah perlindungan yang harus diterapkan oleh PSE,” jelasnya.

Semakin tinggi risikonya, semakin ketat pula perlindungan yang perlu diterapkan, seperti verifikasi usia, penyaringan konten, dan mekanisme pelaporan ramah anak.


Berita Terkait


News Update