Kalium merupakan elektrolit penting yang membantu kerja otot, saraf, dan jantung. Kehilangan kalium secara berlebihan dapat memicu gangguan irama jantung, terutama jika kadarnya sudah sangat rendah.
Muntah berulang dan diare juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit. Karena itu, kebiasaan tersebut bukan cara aman untuk menjaga berat badan setelah makan dalam porsi besar.
Deretan Kasus Mukbanger yang Berujung Masalah Kesehatan
Kasus Yingying bukan satu-satunya sorotan terhadap konten mukbang ekstrem. The Paper melaporkan sejumlah kreator yang menjalani pola makan berlebihan demi mempertahankan citra sebagai pemakan porsi besar.
Beberapa di antaranya dilaporkan mengonsumsi 20 hingga 25 kilogram makanan dalam waktu sekitar dua jam. Ada pula influencer yang menyantap 120 potsticker dan 16 bungkus mi instan dalam satu sesi siaran langsung.
Dalam kasus lain, kreator konten makan Paopaolong, 29 tahun, dilaporkan meninggal dunia akibat gagal jantung setelah berat badannya mencapai 160 kilogram.
Rangkaian kasus tersebut menunjukkan bahwa popularitas dan pendapatan dari siaran langsung tidak selalu sebanding dengan risiko kesehatan yang ditanggung kreator.
Baca Juga: Never Bow Down Artinya Apa? Ini Makna Koreografi The Jakmania di Laga Persija vs Persib
Tiongkok Perketat Regulasi Konten Mukbang
Pemerintah Tiongkok telah menerapkan regulasi untuk membatasi konten makan berlebihan. Undang-Undang Anti-Pemborosan Makanan yang disahkan pada 2021 melarang pembuatan dan penyebaran konten yang mendorong konsumsi makanan secara berlebihan.
Pedoman perilaku streamer daring pada 2022 juga melarang praktik memalsukan aksi makan, sengaja memicu muntah, dan perilaku makan ekstrem.
Pada akhirnya, kasus Yingying menjadi pengingat bahwa konten yang menghibur penonton tetap memiliki konsekuensi nyata bagi tubuh kreatornya. Mencari penghasilan memang penting, tetapi kesehatan seharusnya tidak menjadi harga yang harus dibayar demi traffic dan popularitas.
