Baca Juga: Mercedes-Benz Trucks Rayakan 130 Tahun, DCVI Pamerkan Truk Tambang Terbaru
Elektrifikasi Perlu Disesuaikan dengan Infrastruktur
Meski menawarkan peluang untuk menekan emisi dan biaya operasional, elektrifikasi tidak dapat diterapkan dengan formula yang sama di setiap lokasi. Kesiapan infrastruktur dan karakteristik pekerjaan menjadi faktor penting dalam menentukan teknologi yang digunakan.
Sales Marketing Director PT Indotruck Utama, Vincent, mengatakan kebutuhan setiap lokasi operasi memiliki karakteristik berbeda. “Kalau kita bicara konsep sustainability sendiri, kita percaya enggak ada satu one recipe fits for all. Kuncinya tergantung aplikasi based on infrastructure,” ujarnya.
Menurut Vincent, tantangan tersebut terutama terlihat di area pertambangan yang berada jauh dari jaringan listrik. Sebaliknya, kawasan industri maupun lokasi dengan sumber energi memadai dinilai lebih siap mengadopsi electric machine.
Pendekatan serupa terlihat pada Volvo melalui L120 Electric Wheel Loader dengan kapasitas bucket 3,5 meter kubik dan operating load 20 ton. Equipment tersebut berpotensi digunakan di sektor seperti waste-to-energy dan agroindustri yang memiliki sumber listrik dari pembangkit biomassa.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan sustainability perlu mampu menjawab kebutuhan operasional sekaligus menciptakan efisiensi.
“Bagi kami, sustainability bukan hanya mengenai bagaimana mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga bagaimana equipment dapat bekerja secara lebih efisien demi mendorong pertumbuhan industri yang mampu menciptakan nilai lebih besar,” kata Hanung.
Dengan demikian, sustainability di industri alat berat mulai diterjemahkan ke dalam keputusan konkret, mulai dari pemilihan equipment, efisiensi energi, biaya perawatan, pengurangan downtime, hingga mempertahankan nilai aset sepanjang siklus hidupnya.
