Mitigasi Abu Vulkanik Susulan, DPRD DKI Bagikan Masker Gratis ke Pejalan Kaki dan Pengendara di Jakbar

Rabu 09 Sep 2026, 12:32 WIB
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth saat membagikan masker kepada pengendara motor dan pejalan kaki di Latumenten, Jakarta Barat. (Sumber: Istimewa)
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth saat membagikan masker kepada pengendara motor dan pejalan kaki di Latumenten, Jakarta Barat. (Sumber: Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta hingga Rabu, 9 September 2026. Menanggapi kondisi Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth berinisiatif untuk membagikan masker gratis kepada masyarakat di Jalan Latumenten, Jakarta Barat.

Langkah ini diambil untuk melindungi pejalan kaki dan pengendara dari risiko gangguan pernapasan akibat paparan debu vulkanik yang melayang di udara sejak Minggu, 6 September 2026.

Sebanyak 100 dus masker disiapkan dan dibagikan secara cuma-cuma. Langkah ini juga selaras dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, agar seluruh jajaran kewilayahan aktif membagikan alat pelindung diri kepada warga.

“Kami melihat adanya paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang belum sepenuhnya menghilang. Jadi sebagai langkah antisipasi, saya melakukan kegiatan pembagian masker gratis,” ujar Kent dalam keterangannya, Rabu.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Soetta, Data Satelit Ungkap Puncak Aktivitasnya

Soroti Lonjakan Harga Masker

Selain faktor risiko kesehatan, aksi ini dipicu oleh fenomena melonjaknya harga masker di pasaran yang dimanfaatkan oknum penjual sejak abu vulkanik melanda Jakarta.

Para pedagang diimbau tidak menaikkan harga secara tidak wajar di tengah situasi mendesak. Margin penjualan diminta tetap mengikuti batas wajar sesuai arahan regulasi Pemprov DKI.

“Saya juga berpesan kepada penjual masker untuk tak menaikkan harga semaunya. Harus disesuaikan dengan batas margin yang wajar sesuai arahan Pak Gubernur,” katanya.

Kent memastikan bahwa pembagian masker kepada masyarakat akan dilakukan secara berkala. Jika sebaran abu vulkanik kembali berdampak ke Jakarta, kegiatan serupa akan diperluas dengan menambah titik pembagian.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Hari Ini 9 September 2026, Ini Penjelasan PVMBG

Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir apabila kesulitan mendapatkan masker karena keterbatasan stok maupun harga yang meningkat.

“Bagi masyarakat DKI Jakarta yang sulit untuk mendapatkan masker atau merasa harganya terlalu mahal, silakan kontak saya melalui media sosial saya. Jangan malu dan jangan ragu, kami sebagai wakil rakyat dan pemerintah wajib memperhatikan kesehatan warga. Akan saya bagikan secara cuma-cuma,” tuturnya.

Sejumlah pengendara dan pejalan kaki yang mendapatkan masker mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut. Salah satunya Geni, warga Kalideres yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek.

Geni mengatakan, kenaikan harga masker membuat dirinya kesulitan membeli perlengkapan pelindung tersebut.

Baca Juga: Apakah Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Masih Ada di Jakarta? Begini Kata BMKG

“Harga masker naik semenjak ada abu vulkanik kemarin. Uang saya pas-pasan untuk membeli masker. Alhamdulillah dapat masker gratis, setidaknya saya bisa aman dari debu saat ngojek di jalan,” ucap Geni.

Hal serupa disampaikan Annis, warga Jelambar. Dia mengaku harga masker di pasaran kini meningkat hingga dua kali lipat.

“Harga masker naik dua kali lipat, pastinya senang dapat masker gratis. Mudah-mudahan program ini terus berlanjut,” kata Annis.

Pembagian masker tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan, untuk mengurangi paparan debu dan abu vulkanik.


Berita Terkait


News Update