KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Tim Patroli Brimob Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya menangkap tiga orang yang diduga melakukan perampasan terhadap seorang sopir truk di kawasan lampu merah pintu keluar Tol Tomang, Jakarta Barat.
Peristiwa tindak kejahatan tersebut terjadi pada Rabu, 9 September 2026.
"Korban kehilangan telepon seluler dan uang tunai sebesar Rp100 ribu setelah diduga dirampas oleh sekelompok pemuda," ujar Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Henik Maryanto, dalam keterangannya, Rabu.
Henik menjelaskan, kasus tersebut bermula ketika personel yang tengah melakukan patroli menuju Taman Cattleya didatangi seorang sopir truk. Mendapat laporan tersebut, personel Brimob langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Korban Perampasan Motor Modus Tawaran Kerja di Bekasi Belum Buat Laporan
“Setiap informasi dari masyarakat harus segera ditindaklanjuti sesuai prosedur,” kata Henik.
Lanjut Henik, petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi dan diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
Ketiga pemuda yang ditangkap masing-masing berinisial D, 28 tahun, P, 25 tahun, dan D, 26 tahun.
"Ketiganya diduga terlibat dalam aksi perampasan terhadap sopir truk tersebut," ucap Henik.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Perampasan HP di Warung Makassar
Selanjutnya, ketiga orang tersebut diserahkan kepada Polsek Grogol Petamburan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Selain menangkap para terduga pelaku, kata Henik, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon seluler dan uang tunai Rp100 ribu.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada petugas apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak kejahatan.
Ia juga mengimbau warga untuk menghubungi petugas terdekat atau layanan Polisi 110 dengan menyampaikan lokasi serta kejadian yang dialami agar dapat segera ditindaklanjuti.
Budi juga berharap masyarakat memberikan informasi secara jelas, terutama terkait lokasi dan kronologi kejadian. Informasi tersebut diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan di lapangan.
“Sampaikan lokasi serta kejadian yang dialami agar petugas dapat memberikan bantuan,” ucap Budi.
