POSKOTA.CO.ID - Bonus medali emas Asian Games 2026 dibeberkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto saat melepas kontingen Indonesia, pada Rabu, 9 September 2026.
Seremoni pelepasan itu sendiri berlangsung di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Sebanyak 432 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga (cabor) disiapkan untuk membawa nama Merah Putih dalam kompetisi tersebut.
Para atlet akan berhadapan dengan peserta dari berbagai negara Asia dalam persaingan memperebutkan medali.
Asian Games 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Ajang ini menjadi penyelenggaraan Asian Games ke-20 dan akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara di kawasan Asia.
Sebanyak 45 negara dan wilayah Asia serta OCA Refugee Team dijadwalkan ambil bagian.
Para peserta akan bersaing dalam 43 cabang olahraga yang tersebar di 54 venue.
Lantas, bonus medali emas Asian Games 2026 berapa? Apa saja bentuk apresiasi lain yang disiapkan pemerintah bagi atlet dan pelatih berprestasi?
Simak besaran bonus dan pernyataan Presiden Prabowo selengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Kondisi Gunung Anak Krakatau Belum Stabil, Pencarian 5 Jurnalis Lewat Udara Masih Dipertimbangkan
Bonus Medali Emas Asian Games 2026 Berapa?
Dalam arahannya di hadapan kontingen Indonesia, Prabowo mengungkapkan, atlet peraih medali emas Asian Games 2026 akan mendapatkan bonus sebesar Rp3 miliar.
Nominal tersebut lebih besar dibandingkan bonus medali emas pada SEA Games yang disebut Prabowo sebesar Rp1 miliar.
Ia menjelaskan perbedaan nominal tersebut ketika memberikan arahan kepada para atlet yang akan berlaga di Aichi-Nagoya.
"Dan saya nggak lupa, saya diberi laporan Pak Erick (Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. 'Pak untuk SEA Games, medali emas dapat Rp 1 miliar'. Tapi ini Asian Games, medali emas tiga miliar," kata Prabowo.
Apresiasi pemerintah kepada atlet berprestasi juga tidak hanya berupa bonus uang.
Menurut Prabowo, percepatan karier dapat diberikan kepada mereka yang telah memberikan prestasi.
"Kariernya semua kita percepat. Ada yang sekian tahun belum naik pangkat, termasuk pelatih-pelatih, ada polisi, AKBP dari Polisi Wanita, etc, etc, saya bisikin Kapolri (Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo) naikin pangkatlah, kita jangan pelit," ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan harus mendapatkan penghormatan. Menurutnya, budaya menghargai prestasi perlu terus dibangun agar orang-orang yang telah memberikan kontribusi positif tidak dilupakan.
"Kalau baik kita beri penghormatan. Kalau orang Indonesia ada pepatah. Tapi dulu di tentara kalau kita berbuat baik komandan suka lupa, kalau kita berbuat salah komandan nggak lupa-lupa. Kalau kesalahan diingat. Ini kita ubah, kebaikan kita ingat," tandasnya.
