"Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan. Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban," jelas Deden.
Selain dua RIB, sejumlah personel dan unsur pendukung dari Lampung juga ikut memperkuat operasi. Mereka berasal dari Pos SAR Bakauheni, kru KN SAR Basudewa, Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, hingga ITERA.
"Operasi ini juga didukung KRI Lepu, satu paket alat pelindung diri (APD), serta berbagai perlengkapan lainnya. Seluruh unsur bekerja berdasarkan rencana operasi dan pembagian sektor yang telah disusun tim SAR gabungan," terang Deden.
Deden menyebut kondisi perairan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam menentukan strategi penyisiran. Luasnya wilayah pencarian membuat keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.
Hingga Rabu, 9 September 2026, delapan orang yang berada di dalam speedboat tersebut masih berstatus dalam pencarian. Mereka terdiri dari Warta, 55 tahun, kapten kapal, Surakman, 60 tahun, ABK, serta Heriyanto, 49 tahun, yang berperan sebagai pemandu.
Kemudian lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang berstatus sebagai jurnalis freelance.
