Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, PMI Banten Bagikan Ribuan Masker

Senin 07 Sep 2026, 12:39 WIB
Petugas PMI membagikan masker kepada pengguna jalan di Royal Baroe, Kota Serang. (Sumber: PMI Provinsi Banten)
Petugas PMI membagikan masker kepada pengguna jalan di Royal Baroe, Kota Serang. (Sumber: PMI Provinsi Banten)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Mengantisipasi dampak abu erupsi Gunung Anak Krakatau, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten menyalurkan ribuan masker dan alat pelindung diri (APD) kepada masyarakat melalui PMI kabupaten/kota.

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, distribusi masker dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari paparan abu vulkanik.

Menurutnya, penyaluran bantuan tidak harus menunggu adanya permintaan dari masyarakat maupun PMI kabupaten/kota.

“Enggak ada permintaan. Kita distribusikan karena masyarakat harus menggunakan masker ketika keluar rumah,” ujar Ratu Tatu, Senin, 7 September 2026.

Baca Juga: Imbas Hujan Abu Gunung Anak Krakatau, Pemkab Pandeglang Terapkan PJJ 3 Hari

Tatu menjelaskan, PMI Banten sebelumnya telah menerima bantuan dari sejumlah perusahaan yang kemudian langsung disalurkan ke PMI kabupaten/kota di Banten.

Salah satunya bantuan dari Rider Group yang diterima pada Rabu, 29 Juli 2026. Bantuan tersebut berupa 1.000 APD hazmat dan 500 masker kain. Seluruh bantuan tersebut kemudian didistribusikan kepada delapan PMI kabupaten/kota di Banten dan saat ini telah tersalurkan.

Dukungan kembali diterima PMI Banten dari PT Indah Kiat pada 10 Agustus 2026 berupa 50.000 masker medis atau sebanyak 50 dus.Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.000 masker dialokasikan untuk PMI Provinsi Banten.

Sementara PMI Kabupaten Serang dan PMI Kota Serang masing-masing mendapatkan 8.000 masker.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Penerbangan Batal, Puluhan Jemaah Umrah Bengkulu Tertahan

Adapun enam PMI kabupaten/kota lainnya masing-masing menerima 4.000 masker, sehingga total bantuan masker medis dari PT Indah Kiat mencapai 50.000 masker.


Berita Terkait


News Update