JS Khairen Soroti Pencegahan Bencana di Indonesia, Singgung Peran Pejabat

Minggu 06 Sep 2026, 09:49 WIB
Penulis JS Khairen menyoroti persoalan mitigasi dan pencegahan bencana di Indonesia melalui unggahan media sosialnya (Sumber: Instagram/@JS Khairen)
Penulis JS Khairen menyoroti persoalan mitigasi dan pencegahan bencana di Indonesia melalui unggahan media sosialnya (Sumber: Instagram/@JS Khairen)

Sebaliknya, ia menyampaikan sindiran terhadap kondisi penanganan bencana di Indonesia yang menurutnya masih menghadapi banyak persoalan. Kritik tersebut juga diarahkan kepada pejabat yang dianggap lebih sering hadir dalam seremoni dibandingkan memastikan pencegahan dan penanganan berjalan efektif.

Menurut JS Khairen, Ada Dua Hal yang Perlu Diperhatikan

Dalam unggahannya, JS Khairen pada dasarnya membedakan persoalan bencana menjadi dua bagian:

Bencana yang tidak dapat dicegah

Gempa bumi dan letusan gunung merupakan contoh bencana alam yang tidak bisa dihentikan. Fokus yang dapat dilakukan adalah memperkuat mitigasi, edukasi, sistem peringatan dini, kesiapan masyarakat, dan penanganan setelah bencana.

Bencana yang risikonya dapat ditekan

Banjir, longsor, serta kebakaran hutan dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan aktivitas manusia. Karena itu, menurutnya, pencegahan seharusnya mendapat perhatian lebih besar.

JS Khairen juga mengajak masyarakat untuk tidak sekadar pasrah menghadapi bencana. Menurutnya, Indonesia harus belajar hidup berdampingan dengan risiko bencana melalui kesiapan yang lebih baik.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ini 5 Cara Aman Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Kritik Bencana untuk Pemerintah

Di bagian akhir unggahannya, JS Khairen kembali melontarkan kritik keras terhadap sikap pejabat dalam menghadapi persoalan bencana.

"Pemimpinnya sibuk memperkaya dia dan teman-temannya. Hanya datang untuk seremoni dan tepuk tangan, saat rakyat dikepung dan lari tunggang langgang oleh bencana. Baik bencana alami, maupun bencana kejahatan manusia." ujarnya

Pesan yang disampaikan JS Khairen akhirnya tidak hanya berbicara mengenai bencana alam. Ia juga mempertanyakan bagaimana manusia memperlakukan lingkungan dan bagaimana pemerintah menjalankan tanggung jawabnya.

Bagi masyarakat yang hidup di wilayah rawan bencana, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan tambahan. Mitigasi, perlindungan lingkungan, sistem peringatan dini, hingga respons cepat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko ketika bencana benar-benar datang.


Berita Terkait


News Update