POSKOTA.CO.ID - Persyaratan sertifikat bahasa Inggris dalam Rekrutmen Eksternal KAI Group 2026 menjadi salah satu bagian yang cukup membingungkan calon pelamar. Terutama bagi peserta yang sudah memiliki sertifikat TOEFL Prediction, tetapi khawatir dokumen tersebut tidak diterima karena bukan TOEFL Institutional Testing Program (ITP).
Rekrutmen KAI Group 2026 sendiri dibuka untuk lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), Diploma 3 (D3), hingga Diploma 4/Sarjana. Registrasi akun dimulai pada 4 September 2026, sementara pemilihan formasi dan pengajuan lamaran dijadwalkan pada 7-10 September 2026 melalui portal resmi rekrutmen KAI.
Baca Juga: Bertransformasi Pascapandemi, Klinik Bumame Fokus Garap Layanan Kesehatan Preventif Warga Urban
Tidak Semua Formasi KAI Wajib Sertifikat Bahasa Inggris
Hal pertama yang perlu diperhatikan calon pelamar adalah kewajiban sertifikat bahasa Inggris tidak berlaku untuk seluruh formasi SLTA.
Berdasarkan persyaratan yang dipublikasikan untuk rekrutmen September 2026, dokumen tersebut diwajibkan bagi pelamar SLTA-Kondektur, seluruh formasi D3, serta seluruh formasi D4/Sarjana.
Sementara itu, sertifikat bahasa Inggris tidak tercantum sebagai dokumen wajib untuk formasi SLTA-Masinis dan Pemeliharaan Sarana Prasarana.
Ambang skor yang ditetapkan juga berbeda berdasarkan jenjang pendidikan. Berikut rinciannya:
- SLTA-Kondektur: TOEFL minimal 350, TOEIC 260, atau IELTS 2,5.
- D3: TOEFL minimal 400, TOEIC 345, atau IELTS 4,5.
- D4/Sarjana: TOEFL minimal 500, TOEIC 500, atau IELTS 5,5.
Artinya, pelamar tidak bisa hanya berpatokan pada jenis sertifikat. Skor yang diperoleh juga harus memenuhi batas minimal sesuai formasi yang dipilih.
Lalu, Apakah TOEFL Prediction Bisa Digunakan?
Pertanyaan mengenai TOEFL Prediction menjadi lebih menarik karena pengumuman KAI mengenal beberapa jenis tes bahasa Inggris, seperti TOEFL ITP, TOEFL PBT/iBT, TOEIC, dan IELTS.
Namun, TOEFL Prediction tidak disebut secara spesifik dalam daftar tersebut. Kondisi ini membuat sejumlah calon peserta ragu apakah sertifikat yang sudah dimiliki masih bisa digunakan.
Jawaban justru datang dari akun Instagram resmi KAI. Ketika seorang calon peserta menanyakan apakah TOEFL Prediction dapat digunakan untuk formasi kondektur, akun terverifikasi @kai121_ menjawab:
“Boleh Kak, namun nantinya akan dilakukan pengecekan kembali oleh panitia rekrutmen dan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku ya.”
Jawaban tersebut menjadi petunjuk bahwa TOEFL Prediction pada prinsipnya boleh diajukan, tetapi penerimaannya tetap bergantung pada pemeriksaan panitia.
Hal yang Perlu Diperhatikan Pemilik TOEFL Prediction
Bagi pelamar yang sudah memiliki sertifikat Prediction, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum mengunggah dokumen:
- Pastikan nama peserta dan skor terbaca jelas.
- Periksa tanggal penerbitan dan masa berlaku sertifikat.
- Pastikan nama lembaga penerbit tercantum.
- Cek nomor sertifikat atau metode verifikasi jika tersedia.
- Pastikan skor memenuhi batas minimal formasi.
- Jangan mengubah keterangan “TOEFL Prediction” menjadi “TOEFL ITP”.
Poin terakhir cukup penting. TOEFL Prediction merupakan tes prediksi atau simulasi kemampuan bahasa Inggris yang diterbitkan lembaga tertentu, sehingga tidak tepat jika disamakan begitu saja dengan TOEFL ITP.
KAI juga mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku dan berasal dari lembaga pendidikan bahasa yang terakreditasi. Karena itu, sertifikat yang sulit diverifikasi atau diterbitkan lembaga dengan status tidak jelas berpotensi menimbulkan masalah saat pemeriksaan administrasi.
Baca Juga: Mengaku ‘Nemu’ 5 Gram Sabu di Jalan, Pengedar Obat Keras Ilegal di Serang Ditangkap Polisi
Pilihan Sertifikat yang Lebih Jelas
Jika masih memiliki waktu sebelum proses pengajuan lamaran, pelamar yang ingin mengurangi risiko administrasi dapat mempertimbangkan sertifikat yang jenisnya disebut secara eksplisit dalam persyaratan KAI, seperti TOEFL ITP, TOEIC, atau IELTS.
Meski demikian, bukan berarti pelamar wajib memiliki TOEFL ITP. KAI menyediakan beberapa pilihan tes, sementara akun resmi KAI juga telah memberikan penjelasan bahwa TOEFL Prediction boleh digunakan dengan catatan tetap melalui proses pemeriksaan panitia.
Dengan sistem seleksi administrasi yang menggunakan mekanisme gugur, calon pelamar sebaiknya tidak hanya mengejar skor. Kejelasan dokumen, masa berlaku, lembaga penerbit, dan kemampuan sertifikat untuk diverifikasi juga perlu diperhatikan sebelum berkas dikirim.
Pada akhirnya, keputusan terakhir tetap berada di tangan panitia rekrutmen KAI setelah dokumen diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku.
