Pertumbuhan industri digital dan elektrifikasi juga meningkatkan kebutuhan terhadap pasokan listrik yang stabil. Sistem energi tidak hanya dituntut menyediakan listrik dalam jumlah besar, tetapi juga menjaga kontinuitas pasokan untuk mendukung operasional berbagai sektor.
Presiden Direktur Wirawan Corporation, Michael Hardinata, mengatakan energi menjadi kebutuhan fundamental bagi berbagai aktivitas, mulai dari teknologi digital hingga sektor pelayanan publik.
Menurutnya, kebutuhan terhadap listrik akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi. Kondisi tersebut menjadikan sektor kelistrikan sebagai salah satu industri yang memiliki peran penting dalam menopang aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Hal serupa disampaikan Budi Tedja dari Delta Prima Makmur. Menurutnya, industri manufaktur membutuhkan sistem energi yang mampu beroperasi secara kontinu untuk mencegah gangguan terhadap proses produksi.
Pemanfaatan energi alternatif dan sistem pengelolaan energi yang lebih fleksibel dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional sekaligus menekan risiko downtime.
Pengelolaan Baterai Jadi Tantangan Baru
Perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan turut meningkatkan peran teknologi penyimpanan energi. Namun, pertumbuhan penggunaan baterai juga menghadirkan tantangan terkait pengelolaan baterai setelah masa pakainya berakhir.
Prof. Dr. rer. nat Evvy Kartini mengatakan Indonesia masih perlu memperkuat ekosistem pengelolaan baterai. Salah satunya melalui ketersediaan alat khusus untuk mengukur kondisi, tingkat penuaan, serta kualitas baterai.
Penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) juga dinilai penting untuk mendukung pengelolaan baterai sepanjang siklus hidupnya.
Tantangan ini semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Limbah baterai kendaraan listrik diperkirakan dapat mencapai 57 ribu ton pada 2030 dan meningkat menjadi 322 ribu ton pada 2035.
Kondisi tersebut membuka peluang untuk memanfaatkan baterai bekas melalui alih fungsi atau repurposing dan daur ulang atau recycling, sehingga baterai tidak hanya dipandang sebagai limbah.
Baca Juga: IBS 2026 Soroti Peran Baterai, Bukan Cuma untuk Kendaraan Listrik tapi Juga Energi Terbarukan
Infrastruktur Energi Harus Terintegrasi
Energy Solution Director Huawei, Simon Wan, mengatakan pertumbuhan energi terbarukan turut mengubah cara sistem energi dikelola. Sistem energi ke depan perlu lebih cerdas, fleksibel, serta mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi dengan jaringan listrik.
