"Kalau untuk pemindahan atau lainnya itu belum ada informasi lebih lanjut. Untuk sementara informasinya hanya PWI saja," tuturnya.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah menyoroti penutupan pabrik yang beroperasi sejak 2019 ini sebagai sinyal evaluasi serius bagi iklim investasi daerah.
Berdasarkan komunikasinya dengan pihak manajemen, hengkangnya perusahaan ekspor tersebut tak sekadar dipicu masalah biaya operasional atau ketenagakerjaan semata, melainkan adanya faktor gangguan lokal yang membuat investor merasa kurang nyaman beroperasi.
"Saya pernah ngobrol dengan mereka, bukan hanya masalah ketenagakerjaan atau masalah ongkos mahal. Tapi ada hal-hal lain yang mereka ceritakan ke saya yang menurut mereka cukup mengganggu," kata dia.
Amir mengingatkan, jaminan kenyamanan usaha sangat krusial bagi industri manufaktur berorientasi ekspor yang bergantung pada kepercayaan pemesan internasional, sehingga Pemkab Lebak berkomitmen segera membenahi iklim investasi agar potensi PHK susulan di sektor lain dapat ditekan.
