Kabut Asap Makin Parah, Warga Malaysia Geruduk KBRI Kuala Lumpur soal Karhutla Indonesia

Jumat 04 Sep 2026, 12:13 WIB
KBRI Kuala Lumpur didatangi warga Malaysia yang memprotes kabut asap karhutla Indonesia. (Sumber: X/@bismillahyuk_)
KBRI Kuala Lumpur didatangi warga Malaysia yang memprotes kabut asap karhutla Indonesia. (Sumber: X/@bismillahyuk_)

POSKOTA.CO.ID - Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu aksi protes dari masyarakat sipil Malaysia.

Warga Malaysia dilaporkan menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur pada hari ini, Jumat, 4 September 2026.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar oleh organisasi masyarakat sipil Himpunan Advokasi Rakyat Malaysia (HARAM).

Massa menyuarakan tuntutan agar hak masyarakat Malaysia untuk mendapatkan udara bersih mendapat perhatian serius.

Mereka juga mendesak Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen konkret dalam menghentikan persoalan kebakaran hutan dan lahan yang kembali terjadi dan berdampak terhadap negara tetangga.

Karhutla menjadi persoalan lingkungan yang tidak hanya berdampak terhadap wilayah tempat kebakaran terjadi.

Asap hasil pembakaran dapat terbawa angin hingga melintasi batas negara dan memengaruhi kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.

HARAM menilai kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan.

Tidak hanya melalui pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga melalui upaya pencegahan, penegakan hukum, serta pengawasan terhadap aktivitas di kawasan rawan kebakaran.

Persoalan karhutla juga menjadi perhatian kelompok lingkungan hidup. Koalisi lingkungan yang dimotori Greenpeace Indonesia dan Greenpeace Malaysia menilai kabut asap yang berulang setiap tahun tidak semata-mata dapat dijelaskan melalui faktor cuaca dan perubahan iklim.

Menurut kelompok lingkungan tersebut, persoalan kabut asap juga berkaitan dengan tata kelola lingkungan dan akuntabilitas dalam pengelolaan lahan.

Karena itu, pengawasan terhadap kawasan konsesi serta aktivitas perusahaan menjadi salah satu aspek yang dinilai perlu diperkuat.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026 Menguat Jadi Rp2.670.000 per Gram, Untung Jual Sekarang?

Aksi di KBRI Kuala Lumpur Beredar di Media Sosial

Aksi warga Malaysia tersebut turut menjadi perhatian di media sosial.

Aksi warga Malaysia di depan KBRI Kuala Lumpur kemudian menjadi simbol meningkatnya perhatian publik terhadap persoalan kabut asap lintas batas.

Salah satu unggahan yang memperlihatkan aksi di depan KBRI Kuala Lumpur dibagikan oleh akun X @bismillahyuk_ pada Jumat, 4 September 2026.

"Aksi #demo dari Warga Malaysia depan KBRI Kuala Lumpur," tulis akun X @bismillahyuk_, seperti dikutip pada Jumat, 4 September 2026.

Unggahan tersebut kemudian mendapatkan beragam tanggapan dari warganet Indonesia.

Sebagian pengguna media sosial menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Malaysia yang ikut menyuarakan persoalan kabut asap yang selama ini juga menjadi masalah bagi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.

"terimakasih malaysia udah bersuara," ungkap akun X @key****.

Namun, tidak seluruh respons bernada positif. Ada pula warganet yang menilai aksi tersebut menjadi gambaran buruknya penanganan karhutla di Indonesia karena persoalan asap sampai memicu protes dari negara tetangga.

"Malunya di demo negara tetangga," jelas akun X @ping****.

Komentar lain juga menunjukkan rasa frustrasi terhadap persoalan kabut asap yang kembali berulang.

Warganet menilai dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat Malaysia, tetapi juga warga Indonesia yang tinggal di wilayah dengan tingkat paparan asap tinggi.

"tetangga aja muak, gimana kita hiks gk bisa diungkapin lagi," tulis akun X lainnya @ssa***.


Berita Terkait


News Update