Gempa Cianjur Bukan Megathrust Selat Sunda, BMKG: Tak Berdampak hingga Jakarta

Rabu 02 Sep 2026, 13:54 WIB
Ilustrasi bangunan yang hancur karena gempa bumi. (Sumber: Freepik)
Ilustrasi bangunan yang hancur karena gempa bumi. (Sumber: Freepik)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi bermagnitudo 4,3 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Selasa, 1 September 2026 bukan bagian dari aktivitas zona Megathrust Selat Sunda. Peristiwa tersebut murni dipicu oleh aktivitas sesar aktif di daratan Cianjur.

Petugas BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Sutiyono, menjelaskan bahwa episenter gempa berada di darat dengan kedalaman yang dangkal, yakni 4 kilometer.

"Bukan megathrust, tapi sesar darat yang ada di Cianjur," kata Sutiyono saat dikonfirmasi Pos Kota, Rabu, 2 September 2026.

Dua Kali Gempa Susulan

BMKG mencatat gempa utama terjadi pada Selasa pukul 17.53 WIB. Pusat gempa terletak di koordinat 6,91 Lintang Selatan dan 107,10 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.

Baca Juga: Update Terbaru Korban Gempa NTT Tembus 100 Jiwa, 180 Ribu Orang Mengungsi

Pasca-gempa utama, BMKG mendeteksi adanya dua kali gempa susulan. Namun, kekuatannya tergolong sangat kecil sehingga tidak memicu kepanikan warga maupun dampak susulan.

"Kemarin ada dua gempa susulan dengan magnitudo 1,7 dan 2,1. Kekuatannya sangat kecil, tidak dirasakan masyarakat, dan tidak berdampak apalagi sampai Jakarta," tegas Sutiyono.

Akibat hiposenter yang dangkal, guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga pinggiran Jakarta dengan skala intensitas bervariasi, yaitu:

  • Skala III–IV MMI (Dirasakan nyata dalam rumah, gerabah pecah): Kabupaten Cianjur.
  • Skala II–III MMI (Getaran dirasakan beberapa orang, benda gantung bergoyang): Kota Sukabumi, Cibadak, Nagrak, Warungkondang, Cimahi, dan Cilaku.
  • Skala II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang): Kota Bandung, Sukaraja, hingga Cibubur.

Baca Juga: BUMD DKI Galang Bantuan Korban Gempa NTT

Meski guncangan meluas ke beberapa daerah, BMKG mengonfirmasi belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa utama maupun susulannya. Kondisi di seluruh wilayah terdampak dipastikan aman dan terkendali.

BMKG juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang mengaitkannya dengan potensi gempa megathrust. Masyarakat diminta hanya memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG.


Berita Terkait


News Update