BATIC 2026 Bali Dorong Indonesia jadi Hub Konektivitas dan Ekosistem AI Asia Pasifik

Rabu 02 Sep 2026, 12:51 WIB
Gelaran Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali. (Sumber: Istimewa)
Gelaran Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali. (Sumber: Istimewa)

POSKOTA.CO.ID - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, resmi menggelar konferensi tahunan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali.

Mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress,” perhelatan ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat (hub) kolaborasi digital strategis di kawasan Asia Pasifik, khususnya dalam merespons pesatnya adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi cloud.

BATIC 2026 berhasil menarik lebih dari 2.700 delegasi yang mewakili 760 perusahaan dari 67 negara, serta melahirkan lebih dari 4.500 pertemuan bisnis terjadwal.

Fokus utama BATIC 2026 berpusat pada tantangan infrastruktur telekomunikasi di tengah lonjakan kebutuhan data era AI. Industri tak lagi sekadar membicarakan penyediaan jaringan, melainkan bagaimana membangun konektivitas yang cerdas (intelligent connectivity), aman, dan mampu menopang otomatisasi skala enterprise.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyampaikan paparan dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Bali. (Sumber: Istimewa)

Dalam pemaparan keynote, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa evolusi industri menuntut pelaku telekomunikasi untuk tidak bertahan di ranah konektivitas tradisional semata.

“Membangun masa depan digital mengharuskan kita memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem. Melalui berbagai upaya tersebut, kita dapat mentransformasi konektivitas menjadi inovasi yang lebih besar, peluang ekonomi, dan pertumbuhan digital yang berkelanjutan,” ujar Dian.

Lebih lanjut, Dian menyampaikan, seiring dengan pertumbuhan dan perubahan lanskap industri telekomunikasi, TelkomGroup terus berupaya untuk beradaptasi agar tetap relevan dan resilien melalui strategi transformasi TLKM 30.

Baca Juga: Telkom Akses Turunkan 150 Teknisi Tangani Jaringan di NTT, Layanan Siaga 24 Jam

Terdapat empat pilar utama strategi TLKM 30 yang dijalankan secara simultan dan saling berkesinambungan, antara lain operational and service excellence, streamlining, unlock value, dan modus-operandi shift.

“Pada akhirnya TLKM 30 memiliki satu ambisi, yaitu membawa TelkomGroup dari connectivity menuju infrastructure dan intelligence, menjadi perusahaan digital telco kelas dunia, sekaligus menciptakan berbagai digital possibilities untuk masa depan. Transformasi ini juga perlu diikuti dengan kemampuan Telkom untuk terus beradaptasi terhadap evolusi industri yang semakin cepat, termasuk melalui pengembangan struktur organisasi yang semakin agile,” tutur Dian.

Regulasi, Kepercayaan Data, dan Kebutuhan Energi AI

Pembahasan kemudian berkembang pada kebutuhan investasi dan kolaborasi untuk membangun infrastruktur fiber darat dan laut yang kuat. Sejalan dengan tema besar BATIC 2026, adopsi AI di skala enterprise, termasuk bagaimana teknologi tersebut dapat diterjemahkan menjadi nilai bisnis yang terukur, juga menjadi salah satu topik yang menarik perhatian.

Selain itu, perkembangan komunikasi masa depan dan evolusi jaringan optik menuju infrastruktur yang semakin cerdas turut dibahas untuk menjawab kebutuhan era AI.

Baca Juga: 3 Hari Pascagempa NTT, TelkomGroup Pulihkan 100 Persen Layanan Digital

Di luar rangkaian konferensi utama, Telin sebagai penyelenggara BATIC 2026 bersama GLF juga mempertemukan para eksekutif C-level dalam Leadership Summit tertutup untuk membahas investasi, rantai pasok, kolaborasi ekosistem, serta kebutuhan energi bagi pengembangan infrastruktur berbasis AI.

Memasuki hari kedua, pembahasan diarahkan pada peran cloud dan AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Asia Pasifik.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, pada sesi Ministerial Keynote menyoroti penguatan transformasi digital Indonesia di tengah perkembangan cloud dan AI.

“Seiring cloud dan AI terus membentuk ulang perekonomian dan masyarakat kita, masa depan digital Indonesia harus dibangun tidak hanya di atas inovasi dan infrastruktur, tetapi juga kepercayaan. Hal ini membutuhkan ekosistem digital yang kuat, aman, dan inklusif, yang didukung oleh kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat luas. Melalui kolaborasi, kita dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Edwin Hidayat.

Baca Juga: TelkomGroup Optimalkan Konektivitas Satelit Telkomsat di 17 Titik Terdampak Gempa NTT

Rangkaian diskusi kemudian mengeksplorasi perkembangan data center, konektivitas, dan cloud di era AI yang mendorong peningkatan permintaan layanan di kawasan. Perkembangan Bring Your Own IP Address (BYOIP) sebagai bagian dari nilai strategis bagi penyedia cloud, konektivitas, dan data center juga menjadi salah satu ulasan strategis bagi para pelaku industri.

Beragam diskusi tersebut mencerminkan dinamika kebutuhan industri sekaligus memperkuat peran BATIC 2026 sebagai ruang untuk bertukar perspektif, membuka peluang kemitraan, dan mendorong inovasi di kawasan.

Tidak hanya melalui konferensi utama, BATIC 2026 turut memperluas ruang kolaborasi melalui berbagai side events, di antaranya Mplify's APAC Member Workshop, Future Tech Leaders Summit, Closed-door Leadership Summit, MNV Session, i3Forum's Industry Perspectives, TM Forum Workshop, dan Mplify's Southeast Asia Council Meeting. Berbagai sesi tersebut membahas isu strategis mulai dari Composable IT, Trustworthy AI, Autonomous Networks, data center berbasis AI, hingga perkembangan ekosistem mobile dan intelligent engagement. Kehadiran Expert Spotlights juga memperkaya rangkaian diskusi dengan perspektif dari para pakar industri.

Baca Juga: Telkom Perkenalkan Connectivity+, Layanan Berkecepatan Tinggi dengan Jangkauan Luas

 Kesepakatan Strategis Lintas Negara

Semangat kolaborasi yang terbangun sepanjang penyelenggaraan BATIC 2026 juga diwujudkan melalui sejumlah kemitraan strategis.

Beberapa kesepakatan yang terjalin sepanjang BATIC 2026 berlangsung, yaitu:

  • Letter of Intent (LoI) dengan PEACE untuk ekspansi konektivitas

  • Manifesto Open API & Open Digital Architecture bersama TM Forum

  • Memorandum of Understanding (MoU) Strategic Partnership dengan SM+

  • MoU BSC Fiber Pair Project Capacity and Connectivity dengan GTI

  • MoU dengan Mitratel terkait eksplorasi transaksi aset Telin di Timor-Leste

Berbagai kesepakatan tersebut memperkuat langkah Telin dan TelkomGroup dalam memperluas kapabilitas digital serta membuka peluang pertumbuhan baru di kawasan.

Abdul Rahman Ansyori, Chief Executive Officer Telin, mengatakan, “BATIC adalah platform tempat seluruh ekosistem digital berkumpul untuk mengubah diskusi menjadi kolaborasi yang bermakna. Seiring konektivitas berkembang menuju masa depan yang didorong oleh AI, industri perlu bekerja bersama di seluruh ekosistem infrastruktur, teknologi, dan bisnis untuk membangun fondasi digital yang tangguh, skalabel, dan inklusif. Melalui BATIC, Telin berkomitmen untuk memperkuat koneksi Ini dan berkontribusi terhadap pengembangan batas baru digital Asia Pasifik.”

Ribuan Delegasi BATIC 2026 Berdiri Bersama dalam Solidaritas

BATIC 2026 berlangsung di tengah situasi pemulihan pascagempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bagian dari dukungan tersebut, BATIC 2026 akan menyalurkan donasi sebesar USD 10.000, yang dihimpun dari pendapatan registrasi dan sponsorship untuk mendukung upaya pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.

Solidaritas ini menjadi bagian dari makna penting penyelenggaraan BATIC 2026. Kehadiran konferensi di tengah dinamika industri dan situasi tersebut menegaskan peran BATIC bukan hanya sebagai forum pertukaran gagasan mengenai ekosistem digital global, tetapi juga sebagai platform yang menjunjung semangat kemanusiaan dan menyatukan para pemangku kepentingan untuk saling mendukung melalui aksi sosial nyata.


Berita Terkait


News Update