"Kondisi tersebut terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan, melampaui kapasitas yang telah ditentukan, sehingga tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan jembatan menjadi miring," demikian keterangan Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad), yang dikutip pada Senin, 31 Agustus 2026.
Meski dalam sejumlah pemberitaan disebut sebagai jembatan ambruk, TNI AD menjelaskan bahwa struktur jembatan tidak mengalami keruntuhan secara keseluruhan.
Dispenad menyebut struktur utama jembatan masih berada pada posisinya. Bagian yang mengalami kendala adalah sistem penyangga berupa tali sling di sisi kiri.
Baca Juga: Curi Emas 30 Gram dari Rumah Kosong, Pria di Tangerang Ditangkap
Dalam video yang beredar di media sosial, kondisi tali sling terlihat mengalami masalah ketika sejumlah orang sedang melintas.
"Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama," kata dia.
TNI AD menyebut tingginya antusiasme warga menjadi bagian dari situasi yang terjadi setelah jembatan resmi dibuka.
Setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran, jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara dengan melintasi jembatan tersebut.
Pada saat itulah jumlah orang yang berada di atas jembatan disebut mencapai lebih dari 50 orang secara bersamaan.
"Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran," katanya.
