JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Nasib naas menimpa Bambang Setiawan, 60 tahun, seorang pedagang figura kaca di Jalan Raya Pejompongan, Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ia meninggal dunia usai menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok massa berpakai serba hitam pada Kamis, 27 Agustus 2026 malam.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi saat situasi di sekitar kawasan Pejompongan tengah dipadati massa aksi demonstrasi. Tidak hanya Bambang, seorang remaja berinisial Faturohman, 16 tahun pelajar SMKN yang merupakan tetangga korban juga turut menjadi korban kekerasan kelompok tersebut.
Anak korban, Yoga Noval Anggara, 29 tahun, menceritakan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 WIB ketika ayahnya baru saja kembali dari RS Pelni Petamburan usai mengantar tetangganya yang sakit.
Baca Juga: 45 Orang Ditetapkan Tersangka Pascakerusuhan Demo DPR, Polda Metro Jaya Dugaan Ada Eksploitasi Anak
Sekembalinya ke rumah, korban berniat mematikan lampu toko figura miliknya yang berlokasi di pinggir jalan utama. Kendati sempat dilarang oleh sang istri karena situasi jalan sedang dipadati massa, korban tetap keluar bersama Fatur.
"Bapak keluar berdua sama Fatur mau matiin lampu toko karena roling door sulit digembok. Saat itu massa sudah datang dan bapak langsung jadi bulan-bulanan kelompok berpakaian serba hitam," kata Yoga saat ditemui Pos Kota di rumah duka, Jumat, 28 Agustus 2026.
Yoga menambahkan, saat diserang, ayahnya berusaha menyelamatkan diri ke arah gang. Namun, korban ditarik oleh massa dan diseret ke jalanan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah di bagian wajah akibat hantaman benda keras serta patah tulang pada lengan kanan. Sementara itu, Fatur berhasil selamat meski mengalami luka memar dan robek di bagian kepala.
Baca Juga: Pascakerusuhan Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, Polisi Sita Sajam hingga Mobil Pikap Penabrak Petugas
Keluarga Anggap Musibah
Usai kejadian, warga sekitar langsung melarikan kedua korban ke fasilitas kesehatan. Fatur dibawa ke RS Tarakan untuk menjalani rawat jalan, sementara jenazah Bambang dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Jenazah korban tiba di rumah duka di Jalan Raya Pejompongan RT 02 RW 06 pada Jumat siang. Setelah disalatkan usai ibadah Salat Jumat, almarhum dimakamkan di TPU Kemanggisan pada pukul 14.30 WIB.
Yoga menegaskan, pihak keluarga telah sepakat untuk mengikhlaskan kepergian almarhum dan memilih untuk tidak melaporkan kejadian ini ke kepolisian.
"Kami sekeluarga beserta Ibu sudah sepakat menganggap peristiwa yang terjadi pada Bapak sebagai musibah. Kami sudah ikhlas dan tidak akan memperpanjang kasus ini," ujarnya.
Baca Juga: Ikut Ramaikan Aksi Demo di DPR, Terduga Copet dan Pria Bersajam Diamuk Massa
Pramono Datangi Rumah Duka
Sekitar pukul 18.15 WIB, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mendatangi rumah duka untuk menyampaikan duka cita secara langsung kepada pihak keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana memberikan bantuan kepada keluarga almarhum serta memfasilitasi renovasi rumah tinggal korban.
Gubernur DKI dan Wali Kota Jakarta Pusat meninggalkan lokasi rumah duka sekitar pukul 19.00 WIB tanpa memberikan keterangan resmi kepada media yang bertugas di lokasi.
