Departemen Pendidikan Sarawak bahkan memerintahkan sejumlah sekolah yang ada di wilayah Kuching, Padawan, Serian, Samarahan, Bau, Lundu, Sri Aman, dan Lubok Anto ditutup sementara.
Penutupan berlangsung selama dua hari, terhitung mulai Kamis, 20 Agustus hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk mencegah siswa terpapar kabut asap.
Sementara itu, Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) telah mengeluarkan imbauan kepada warganya terkait kemungkinan kabut asap yang menyelimuti negara mereka akibat kebakaran di Sumatera bagian Selatan dan sejumlah wilayah Kalimantan.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Asap Pekat, Jarak Pandang Warga Tinggal 1–2 Meter
Titik Hotspot Karhutla Kalimantan Meluas
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, per 19 Agustus 2026, terjadi peningkatan hotspot atau titik panas di sejumlah wilayah Kalimantan.
Di Kalimantan Barat Kalimantan Barat mencatat 259 hotspot berkepercayaan tinggi, Kalimantan Tengah 242 hotspot, dan Kalimantan Selatan 17 hotspot. Jumlah keseluruhan di ketiga provinsi mencapai 518 titik atau lebih dari empat kali lipat dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, masyarakat juga terus melaporkan mengenai kabut asap yang menutupi langit Kalimantan hingga membuat jarak pandang terbatas.
Pemerintah disebut terus berupaya mengatasi masalah tersebut dengan memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, terutama di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
