POSKOTA.CO.ID - Musim hujan 2026/2027 diprediksi akan mulai berlangsung di Indonesia sekitar Oktober 2026.
Pertanyaan mengenai kapan musim hujan 2026 dimulai di Indonesia ramai ditanyakan oleh masyarakat di tengah musim kemarau yang sedang berlangsung saat ini.
Di Indonesia, musim kemarau 2026 sudah mulai masuk sejak periode April, Mei, dan Juni. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, pada tahun ini musim kemarau lebih kering dengan durasi yang lebih lama.
Lantas, kapan awal musim hujan 2026/2027 akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia? Simak prediksinya.
Baca Juga: Musim Kemarau 2026 di Indonesia Sampai Bulan Apa? Ini Perkiraan BMKG Berdasarkan Wilayah
Prediksi Awal Musim Hujan 2026
Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan akan datang sekitar pertengahan Oktober 2026 setelah puncak musim kemarau 2026 di Indonesia berakhir.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Puncak musim kemarau Agustus terjadi di 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen wilayah. Sementara itu, 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen diprediksi mengalami puncak kemarau pada September 2026.
Setelah itu, sejumlah wilayah di Indonesia baru akan memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang berlangsung secara bertahap.
"Pada umumnya musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan berakhir di sekitar pertengahan bulan Oktober," ujar Ardhasena dalam keterangannya.
Perlu diperhatikan, bahwa musim hujan berlangsung secara bertahap dan tidak langsung datang begitu saja. Meski musim kemarau tengah berlangsung, namun hujan tetap bisa turun karena disebabkan oleh dinamika atmosfer lokal.
Oleh karenanya, ada sejumlah kriteria yang digunakan BMKG dalam menentukan awal musim hujan, mulai dari kriteria klimatologis hingga perkembangan curah hujan di suatu wilayah.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Asap Pekat, Jarak Pandang Warga Tinggal 1–2 Meter
Wilayah Mana yang Turun Hujan Lebih Dulu di Indonesia?
Musim hujan di Indonesia tidak datang secara bersamaan di seluruh wilayah, namun bertahap dari daerah satu ke daerah lainnya. Hal ini terjadi karena waktu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan berbeda-beda di setiap wilayah.
Perbedaan tersebut dapat terjadi karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi atmosfer, geografis, serta pola musim masing-masing daerah.
Ardhasena menyebut, BMKG memperkirakan wilayah Indonesia bagian Barat akan memasuki musim hujan lebih dulu dibandingkan wilayah Indonesia lainnya.
Kemudian, hujan diprediksi baru akan turun di Pulau Jawa dan sebagian besar wilayah Indonesia lainnya secara merata pada November 2026.
"Bulan Oktober dan November kita mulai muncul warna kuning yang menunjukkan bahwa hujan di wilayah Indonesia mulai normal walaupun juga kita lihat di bulan November itu hujan di Pulau Jawa misalkan, masih di bawah normal, tapi hujannya sudah mulai datang dan masuk ke wilayah Jawa," jelasnya.
