Perlu diperhatikan, bahwa musim hujan berlangsung secara bertahap dan tidak langsung datang begitu saja. Meski musim kemarau tengah berlangsung, namun hujan tetap bisa turun karena disebabkan oleh dinamika atmosfer lokal.
Oleh karenanya, ada sejumlah kriteria yang digunakan BMKG dalam menentukan awal musim hujan, mulai dari kriteria klimatologis hingga perkembangan curah hujan di suatu wilayah.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Asap Pekat, Jarak Pandang Warga Tinggal 1–2 Meter
Wilayah Mana yang Turun Hujan Lebih Dulu di Indonesia?
Musim hujan di Indonesia tidak datang secara bersamaan di seluruh wilayah, namun bertahap dari daerah satu ke daerah lainnya. Hal ini terjadi karena waktu peralihan dari musim kemarau ke musim hujan berbeda-beda di setiap wilayah.
Perbedaan tersebut dapat terjadi karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi atmosfer, geografis, serta pola musim masing-masing daerah.
Ardhasena menyebut, BMKG memperkirakan wilayah Indonesia bagian Barat akan memasuki musim hujan lebih dulu dibandingkan wilayah Indonesia lainnya.
Kemudian, hujan diprediksi baru akan turun di Pulau Jawa dan sebagian besar wilayah Indonesia lainnya secara merata pada November 2026.
"Bulan Oktober dan November kita mulai muncul warna kuning yang menunjukkan bahwa hujan di wilayah Indonesia mulai normal walaupun juga kita lihat di bulan November itu hujan di Pulau Jawa misalkan, masih di bawah normal, tapi hujannya sudah mulai datang dan masuk ke wilayah Jawa," jelasnya.
