SPBU Shell Milik Siapa? Ini Pemilik Baru dan Sosok di Balik Akuisisi Bisnisnya di Indonesia

Rabu 19 Agu 2026, 20:51 WIB
Jaringan SPBU Shell di Indonesia menjadi bagian dari akuisisi 100 persen bisnis ritel bahan bakar oleh SEFAS Group. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)
Jaringan SPBU Shell di Indonesia menjadi bagian dari akuisisi 100 persen bisnis ritel bahan bakar oleh SEFAS Group. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia memasuki babak baru setelah SEFAS Group menyepakati akuisisi 100 persen bisnis SPBU Shell di Tanah Air.

SEFAS Group dan Shell Indonesia mengumumkan kesepakatan akuisisi tersebut pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kendati kesepakatan telah tercapai, proses transaksi belum sepenuhnya rampung karena masih menunggu persetujuan dari regulator serta pemenuhan sejumlah persyaratan umum lainnya.

Penyelesaian transaksi ditargetkan berlangsung pada 2026. Setelah seluruh proses dan persyaratan terpenuhi, SEFAS Group akan memperoleh kepemilikan penuh atas bisnis SPBU Shell di Indonesia.

Akuisisi ini mencakup bisnis ritel bahan bakar Shell yang selama ini dijalankan melalui jaringan SPBU di berbagai daerah.

Meski kepemilikan bisnis beralih, proses transisi akan dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan operasional SPBU.

SEFAS Group akan melanjutkan tahapan transaksi hingga memperoleh kepemilikan penuh atas bisnis tersebut.

Namun, penyelesaian akuisisi masih bergantung pada persetujuan regulator dan terpenuhinya persyaratan yang berlaku.

Bisnis yang dialihkan tersebut mencakup jaringan sekitar 200 SPBU Shell di Indonesia.

Pengalihan ini dilakukan PT Shell Indonesia sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan di Tanah Air.

Lantas, SPBU Shell sebenarnya akan menjadi milik siapa, siapa sosok di balik SEFAS Group, dan bagaimana nasib merek Shell setelah akuisisi? Berikut ulasan selengkapnya.


Berita Terkait


News Update