POSKOTA.CO.ID - Penyanyi Nadhif Basalamah ikut disebut namanya usai muncul pengakuan seorang perempuan di Threads yang menyeret sosok berinisial EJR dan NB.
Dalam cerita yang dibagikan melalui akun Threads @ajsbsbwas pada Rabu, 19 Agustus 2026, perempuan tersebut mengungkap dugaan tindakan pelecehan seksual yang menurut pengakuannya melibatkan sosok berinisial EJR.
Nama El Jalaludin Rumi atau El Rumi kemudian ikut dikaitkan oleh warganet karena inisial EJR dinilai merujuk kepadanya.
Pengguna Threads tersebut mengaku kejadian bermula ketika dirinya bersama EJR dan seorang teman pergi ke kawasan Senayan.
Setelah itu, mereka disebut melanjutkan perjalanan menuju kediaman EJR di kawasan Pondok Indah sekitar pukul 20.00 WIB.
Perempuan tersebut kemudian mengaku mengalami perubahan kondisi tubuh ketika berada dalam perjalanan.
Ia menyebut kondisi tersebut membuat dirinya mengalami kesulitan mengingat kejadian secara utuh.
“Samar-samar saya ingat saya tiba di kediaman pelaku karena saya terbentur berulang kali dan berusaha membuka mata. Saya sempat minta ke toilet karena merasa mual yang tidak bisa ditahan. Lalu ingatan saya kembali hilang sampai saya ingat saya harus pulang, tapi mata saya sangat susah untuk dibuka dan kesadaran saya kembali hilang,” ujar dia, seperti dikutip pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia mengatakan ingatannya baru kembali sekitar pukul 03.00 WIB ketika sang ibu mencari keberadaannya. Dalam kondisi tersebut, perempuan itu mengaku memilih pulang menggunakan taksi karena merasa kondisi tubuhnya belum kembali normal.
“Saya bangun pukul 03.00 pagi karena ibu saya mencari saya. Saya panik dan bergegas pulang. Pelaku sempat menyuruh saya untuk stay agar besok pagi saat kesadarannya sudah kembali akan mengantar pulang. Tapi saat itu badan saya masih terasa tidak normal, mungkin hanya membaik 3-8 persen dari sebelumnya,” terang dia.
Saat perjalanan pulang, dia mengaku sempat menceritakan kondisi yang dialaminya kepada seseorang berinisial NB.
Menurut pengakuannya, NB menyebut vape yang digunakan saat itu berbahaya dan menggunakan istilah “dosis gorilla”.
Ia juga mengatakan masih menyimpan percakapan dengan sosok NB yang disebut terjadi setelah kejadian tersebut.
“Percakapan itu masih saya simpan. Dan dalam kondisi saya yang sudah tidak mampu mengendalikan diri seperti itu, pelaku melakukan tindakan seksual terhadap saya tanpa persetujuan saya,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata dia, dirinya tidak memberikan persetujuan atas tindakan seksual yang ia ceritakan.
“Saya ingin menegaskan satu hal: saya tidak memberikan persetujuan. Saya tidak dalam kondisi sadar dan mampu mengambil keputusan untuk diri saya sendiri. Saya tidak mampu mengontrol tubuh saya, bahkan untuk sekadar membuka mata dan berjalan dengan normal saya tidak bisa,” tandasnya.
Ia pun mengaku sempat mencoba melupakan kejadian tersebut dan berusaha memaafkan, tetapi pengalaman itu disebut tetap mengganggu pikirannya.
“Saya kira saya akan lupa seiring berjalannya waktu dan berusaha memaafkan, tapi hal ini terus mengganjal dari hari ke hari menjadi bayang-bayang buruk untuk saya,” tulisnya.
Selain itu, ia menyebut terdapat keterangan dari orang tuanya mengenai kondisi dirinya pada malam tersebut.
“Saya adalah orang yang mengalami kejadian tersebut. Saya tahu bagaimana kondisi saya malam itu. Dan saya berhak untuk menyampaikan apa yang terjadi kepada saya,” sambungnya.
Kemudian, dirinya membeberkan bahwa ingin membicarakan kejadian tersebut secara baik-baik. Namun, menurut pengakuannya, pesan yang dikirimkan belum memperoleh respons.
“Karena saya sudah memberanikan diri membuka luka lama saya dan menghubungi pelaku secara baik-baik via WhatsApp mengenai kejadian ini tapi tidak ada respons,” tukasnya.
Ia juga mengaku hingga kini masih mengalami trauma akibat pengalaman yang diceritakannya.
“Saya tidak butuh permintaan maaf, saya butuh efek jera karena sampai saat ini dari pelaku tidak ada itikad baik kepada saya dan keluarga saya. Saya hingga saat ini masih trauma dan beberapa kali konsul ke psikiater. Saya butuh keadilan dan pelaku mendapat balasan yang setimpal,” tandasnya.
Lantas, Groosmen El Rumi siapa saja? Benarkah Nadhif Basalamah merupakan sosok NB yang disebut dalam pengakuan tersebut?
Berikut informasi mengenai hubungan El Rumi dan Nadhif Basalamah serta fakta-fakta yang diketahui dari informasi yang beredar.
Baca Juga: Sektor Pertanian Terancam Kemarau Panjang, DPRD Bekasi Minta Pemkab Siapkan Langkah Mitigasi

Groosmen El Rumi Siapa Saja?
Dokumentasi acara menunjukkan Harris Vriza, Nadhif Basalamah, hingga Bastian Steel berada di antara pendamping pengantin pria dengan setelan seragam.
Perayaan tersebut kemudian berlanjut dengan pesta yang lebih intim di Bali pada 2 Mei 2026.
Salah satu unggahan warganet di Threads juga menyoroti hubungan antara EJR dan NB.
"Googling si EJR kuliah bareng si NB di inggris dan NB jadi groomsmen di nikahan EJR," tulis akun Threads @kar****.
Informasi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan warganet mengaitkan inisial NB dengan Nadhif Basalamah.
Mengapa Nadhif Basalamah Disebut sebagai Sosok NB?
Penyebutan Nadhif Basalamah berkaitan dengan inisial NB muncul setelah warganet mengaitkan sosok yang disebut dalam unggahan tersebut dengan hubungan pertemanan dan riwayat pendidikan bersama EJR.
El Rumi (EJR) dan Nadhif Basalamah (NB) disebut sama-sama pernah menempuh studi bidang bisnis di London, Inggris.
Kesamaan latar belakang pendidikan tersebut turut menjadi perhatian warganet setelah pengakuan perempuan di Threads viral.
Nadhif Basalamah juga tercatat ikut menjadi salah satu groomsmen atau pendamping pengantin pria dalam rangkaian acara pernikahan El Rumi.
Kehadiran Nadhif dalam acara tersebut menunjukkan adanya hubungan pertemanan antara keduanya.
Meski demikian, hubungan pertemanan, riwayat pendidikan, atau keterlibatan seseorang dalam acara pernikahan tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam dugaan tindak pidana yang diceritakan dalam unggahan tersebut.
