POSKOTA.CO.ID - Persija Jakarta tidak ingin menjadikan dua laga uji coba di Thailand sekadar pertandingan pemanasan. Pelatih Shin Tae-yong memanfaatkan agenda tersebut untuk melihat sejauh mana perkembangan tim setelah menjalani rangkaian latihan fisik dan taktik.
Persija dijadwalkan menghadapi Police Tero pada Rabu, 19 Agustus 2026, kemudian melawan Chiangrai United pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kedua pertandingan itu menjadi bagian dari pemusatan latihan di Bangkok sebagai persiapan menuju kompetisi Super League 2026/2027.
Bagi Shin, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran. Ia lebih ingin melihat bagaimana pemain menjalankan instruksi dan membangun kerja sama di lapangan.
Baca Juga: Eksepsi Terdakwa Pemerasan Dinilai JPU Keluar dari Materi
Laga Pertama Jadi Tes Kekompakan Persija
Pertandingan melawan Police Tero akan digunakan untuk mengevaluasi penerapan materi yang sebelumnya sudah diberikan dalam latihan. Fokus utama tim pelatih adalah melihat komunikasi dan koordinasi antarpemain.
"Jadi pada 19 Agustus 2026, kami akan menyelaraskan kerja sama tim, tim latihan, dan latihan taktik terlebih dahulu," kata Shin Tae-yong, dikutip dari laman resmi Persija.
Pendekatan tersebut cukup masuk akal mengingat fase pramusim bukan hanya soal mencari kemenangan. Pelatih perlu mengetahui apakah pola permainan yang dibangun saat latihan sudah bisa diterapkan ketika menghadapi lawan dengan tekanan pertandingan sebenarnya.
Karena itu, laga pertama diperkirakan menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap sistem permainan yang diinginkan staf pelatih.
Susunan Terbaik Dicoba Saat Lawan Chiangrai
Persija kemudian menaikkan level evaluasi pada pertandingan kedua. Menghadapi Chiangrai United, Shin Tae-yong berencana mencoba komposisi pemain terbaik setelah tim menjalani program fisik dan taktik.
"Kemungkinan pada 22 Agustus 2026 saat melawan Chiangrai, kami berencana mencoba bermain dengan susunan pemain terbaik," tuturnya.
Rencana tersebut membuat laga kontra Chiangrai menjadi gambaran yang lebih jelas mengenai komposisi Persija menjelang musim baru. Namun, bukan berarti seluruh pemain akan bermain penuh.
Rotasi Tetap Menjadi Bagian dari Evaluasi
Shin memastikan rotasi tetap dilakukan dalam dua pertandingan tersebut. Kebijakan ini diperlukan agar tim pelatih dapat melihat kesiapan pemain secara lebih menyeluruh.
"Tentu saja akan ada rotasi di kedua pertandingan tersebut," ujar Shin.
Ada beberapa tujuan dari keputusan tersebut:
Mengukur kedalaman skuad
Pelatih bisa melihat kualitas pemain di luar susunan utama.
Menguji penerapan taktik
Setiap pemain mendapat kesempatan memahami dan menjalankan skema permainan.
Menjaga kondisi fisik
Rotasi membantu mengatur beban bermain selama agenda pramusim.
Menentukan komposisi tim
Performa dalam dua laga dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum kompetisi dimulai.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Asap Pekat, Jarak Pandang Warga Tinggal 1–2 Meter
Persija Tidak Sekadar Mengejar Hasil Uji Coba
Dari pola yang disiapkan, dua laga di Thailand memiliki fungsi yang berbeda. Police Tero menjadi kesempatan untuk menguji kerja sama serta penerapan taktik, sementara Chiangrai United digunakan untuk melihat performa dengan komposisi yang lebih mendekati tim utama.
Bagi Persija, proses seperti ini penting sebelum memasuki persaingan Super League 2026/2027. Masih ada ruang bagi staf pelatih untuk menemukan kombinasi pemain yang paling sesuai, memperbaiki koordinasi, sekaligus mengevaluasi kekurangan yang muncul selama pertandingan.
Dengan demikian, hasil akhir memang tetap penting, tetapi perkembangan permainan menjadi perhatian utama. Dua laga di Thailand akan menjadi bagian dari proses Persija membentuk tim yang lebih siap menghadapi musim baru.
