Bus Gratis Pelajar Disabilitas DKI Masuk 10 Besar Jakarta Innovation Award 2026

Rabu 19 Agu 2026, 13:14 WIB
Layanan bus sekolah antar-jemput gratis bagi peserta didik penyandang disabilitas di DKI Jakarta. (Sumber: Dishub DKI Jakarta)
Layanan bus sekolah antar-jemput gratis bagi peserta didik penyandang disabilitas di DKI Jakarta. (Sumber: Dishub DKI Jakarta)

Berbagai fasilitas itu tidak hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga membantu peserta didik tiba di sekolah dengan lebih aman dan tepat waktu.

“Rasanya senang, petugasnya baik, terus bisa naik bus sekolah bareng teman-teman dan aku jadi enggak telat lagi,” ujar Azka, siswa SLB Pembina Tingkat Nasional.

Bagi orang tua, keberadaan SAPA DISA juga membantu mengurangi beban biaya transportasi sekaligus memberikan rasa aman karena perjalanan anak berlangsung secara teratur dan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Dishub DKI Jakarta Siap Luncurkan Call Center 24 Jam, Warga Bisa Akses Berbagai Layanan Transportasi Lewat Satu Nomor

“Saya bisa menghemat biaya transportasi sekolah karena sekarang sudah menggunakan bus sekolah gratis,” ungkap Roro Shanti, orang tua siswi SLB D-DI YPAC Jakarta.

Manfaat layanan tersebut juga dirasakan pihak sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SLB Pembina Tingkat Nasional Agus Budiyanto mengatakan, bus sekolah membantu peserta didik yang tinggal jauh dari sekolah agar dapat tiba lebih cepat dan lebih siap mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Dengan adanya layanan bus sekolah, anak-anak kami yang berdomisili jauh dari sekolah dapat dilayani dan datang lebih cepat ke sekolah,” ujar Agus.

Pelaksanaan SAPA DISA diperkuat melalui kolaborasi antara Dishub DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Sekolah Luar Biasa, komunitas penyandang disabilitas, serta orang tua peserta didik.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan layanan dapat terus berjalan sekaligus dikembangkan sesuai kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.

Masuknya SAPA DISA dalam 10 besar Jakarta Innovation Award 2026 menjadi pengakuan terhadap inovasi pelayanan publik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Program tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih inklusif dan mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota yang setara serta berkeadilan.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan hanya karena keterbatasan akses transportasi,” tegas Budi.


Berita Terkait


News Update