Jelang HUT ke-81 RI, Pedagang Musiman Resah Bendera Tak Laku

Minggu 16 Agu 2026, 08:06 WIB
Seorang pembeli pernak-pernik kemerdekaan di Jalan H Nawi, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)
Seorang pembeli pernak-pernik kemerdekaan di Jalan H Nawi, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Gemerlap menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 RI biasanya ikut membawa berkah bagi pedagang bendera musiman. Namun, suasana berbeda terasa menjelang peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026.

Lapak-lapak yang biasanya menghiasi pinggir jalan dengan bendera merah putih dan umbul-umbul masih menumpuk tanda barang belum laris terjual. Kondisi tersebut dirasakan Vera, 51 tahun, pedagang bendera musiman di Jalan H Nawi, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ia menggelar lapak seadanya di pinggir jalan sembari ditemani anaknya yang masih berusia 10 tahun. Dari lapaknya, Vera mengaku penjualan tahun ini jauh dari harapan.

"Pendapatan menurun sampai 60 persen. Penurunan ini bahkan sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Biasanya H-3 sebelum 17 Agustus sehari bisa dapat Rp1 juta, dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, tapi sekarang Rp500 ribu juga enggak sampai," kata Vera kepada Poskota, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Baca Juga: Waspada Penipuan! BNI Tegaskan Undian Rejeki Wondr HUT RI ke-81 Adalah Hoaks

Sepinya pembeli membuat Vera harus memperpanjang waktu berjualan demi mengejar pendapatan. Jika sebelumnya ia berjualan hingga sore, kini lapaknya dibuka lebih pagi dan baru ditutup sekitar pukul 20.00 WIB.

"Sekarang saya buka lebih pagi dan selesai jualan lebih malam sekitar jam 20.00 WIB. Menurut saya selain karena ekonomi sedang lesu dan membuat daya beli masyarakat menurun, sejak tiga tahun lalu juga ramai dijual secara online sehingga pedagang bendera konvensional seperti saya terdampak," ujarnya.

Vera mulai mulai menggelar lapak sejak 1 Juli 2026 dan berencana berjualan hingga 16 Agustus 2026, tetapi stok dagangan yang dibawa dari Garut masih terlihat cukup banyak. Ia masih berharap H-1 ada keajaiban, setidaknya separuh dagangannya terjual.

Di tengah lesunya transaksi, ia tetap berharap momen perayaan HUT ke-81 RI dapat meningkatkan pembelian pada hari-hari terakhir. Baginya, berjualan bendera musiman bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menambah penghasilan keluarga di tengah perubahan pola belanja masyarakat dan kondisi ekonomi yang membuat pedagang konvensional menghadapi tantangan semakin berat.

Transaksi pedagang bendera dan pembeli di Jalan H Nawi, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Keluhan serupa juga dirasakan Herman, 62 tahun, pedagang bendera musiman di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Jelang HUT ke-81 RI, lapak pernak-pernik kemerdekaan miliknya masih terlihat masih penuh.

Pria asal Tasikmalaya itu mengaku, penjualan berkurang daripada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut semakin terasa ketika memasuki pertengahan Agustus, ketika permintaan biasanya mulai ramai karena masyarakat dan pemilik usaha hendak memasang dekorasi kemerdekaan.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang memang lebih sepi. Biasanya mendekati tanggal 17 Agustus pembeli sudah ramai, tetapi tahun ini masih banyak yang belum terjual," keluh bapak tiga anak tersebut.

Menurutnya, konsumen cenderung membeli barang dalam jumlah sedikit. Sebagian masyarakat hanya mencari satu atau dua bendera untuk dipasang di rumah, sedangkan pembelian jumlah banyak datang dari lingkungan usaha maupun kelompok masyarakat tidak seramai sebelumnya.

"Pembelinya ada, tetapi tidak sebanyak dulu. Kebanyakan beli satu atau dua, paling banyak beberapa buah. Jadi barang masih banyak, padahal sudah mendekati hari kemerdekaan," tuturnya.

Meski demikian, Herman tetap akan bertahan hingga perayaan HUT ke-81 RI. Ia berharap peningkatan aktivitas masyarakat pada hari-hari terakhir sebelum 17 Agustus dapat mendorong penjualan sehingga sebagian besar stok bendera dan pernak-pernik kemerdekaan bisa terjual.


Berita Terkait


News Update