"Kalau dibandingkan tahun lalu, sekarang memang lebih sepi. Biasanya mendekati tanggal 17 Agustus pembeli sudah ramai, tetapi tahun ini masih banyak yang belum terjual," keluh bapak tiga anak tersebut.
Menurutnya, konsumen cenderung membeli barang dalam jumlah sedikit. Sebagian masyarakat hanya mencari satu atau dua bendera untuk dipasang di rumah, sedangkan pembelian jumlah banyak datang dari lingkungan usaha maupun kelompok masyarakat tidak seramai sebelumnya.
"Pembelinya ada, tetapi tidak sebanyak dulu. Kebanyakan beli satu atau dua, paling banyak beberapa buah. Jadi barang masih banyak, padahal sudah mendekati hari kemerdekaan," tuturnya.
Meski demikian, Herman tetap akan bertahan hingga perayaan HUT ke-81 RI. Ia berharap peningkatan aktivitas masyarakat pada hari-hari terakhir sebelum 17 Agustus dapat mendorong penjualan sehingga sebagian besar stok bendera dan pernak-pernik kemerdekaan bisa terjual.
