Polisi Usut Dugaan Kekerasan Seksual Private Party Pejabat, Temukan Luka Akibat Benda Tumpul

Sabtu 15 Agu 2026, 12:43 WIB
Ilustrasi private party pejabat yang kini viral karena adanya dugaan kekerasan seksual. (Sumber: Magnific/Kjpargeter)
Ilustrasi private party pejabat yang kini viral karena adanya dugaan kekerasan seksual. (Sumber: Magnific/Kjpargeter)

POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya tengah mengusut dugaan kekerasan seksual yang dialami seorang perempuan berprofesi sebagai disc jockey (DJ) berinisial AM saat menghibur dalam acara private party seorang pejabat di salah satu tempat hiburan kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Kasus dugaan kekerasan seksual tersebut terjadi pada 13 Februari 2026 dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya dua hari kemudian. Kini, penanganan perkara telah naik ke tahap penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyidik telah memeriksa korban, terlapor berinisial TI, serta sejumlah saksi.

“Dugaan kekerasan seksual itu terjadi pada 13 Februari 2026 dan dilaporkan kepada Polda Metro Jaya pada 15 Februari 2026. Saat ini, penanganan perkara telah dinaikkan ke tahap penyidikan,” ujar Budi saat dikonfirmasi Pos Kota, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Polisi Temukan Luka Diduga Akibat Benda Tumpul

Dalam proses penyidikan, polisi juga telah menerima hasil pemeriksaan medis dan psikologis terhadap korban.

Berdasarkan hasil visum medis, ditemukan luka pada tubuh AM yang diduga berkaitan dengan kekerasan menggunakan benda tumpul.

“Hasilnya berdasarkan hasil visum medis, ditemukan adanya luka pada tubuh korban yang terindikasi akibat kekerasan benda tumpul,” ungkap Budi.

Untuk memperjelas temuan tersebut, penyidik akan meminta keterangan dokter ahli. Pemeriksaan itu diperlukan untuk mengetahui karakteristik luka sekaligus memperkirakan waktu terjadinya luka.

Hasil keterangan ahli nantinya akan dicocokkan dengan kronologi dugaan kejadian yang disampaikan korban kepada penyidik.

Penyidik hingga kini masih melengkapi alat bukti dan keterangan dalam perkara tersebut. Salah satunya dengan menjadwalkan pemeriksaan terhadap satu saksi tambahan.

Selain itu, polisi masih mendalami hasil pemeriksaan psikologis terhadap korban.


Berita Terkait


News Update