Penyebab Gempa Simalungun Sumut M 6,4 Apa? Ini Penjelasan BMKG

Sabtu 15 Agu 2026, 20:12 WIB
Ilustrasi - BMKG ungkap penyebab gempa Simalungun hari ini, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Sumber: Pixabay | Foto: HtcHnm)
Ilustrasi - BMKG ungkap penyebab gempa Simalungun hari ini, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Sumber: Pixabay | Foto: HtcHnm)

POSKOTA.CO.ID - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 17.54 WIB.

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Simalungun berada di darat dengan ke dalaman sekitar 168 kilometer.

"Telah terjadi gempa bumi dengan parameter sementara 6,4 Magnitudo," kata BMKG dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Gempa M 6,4 Guncang Simalungun Sumut, Terasa hingga Padang-Aceh

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengungkapkan, lokasi gempa bumi berada pada koordinat 2,91 derajat LU, 98,93 derajat BT.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,4 pada kedalaman 168 km. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,91 derajat LU, 98,93 derajat BT. Tepatnya berlokasi di darat 11 km tenggara Simalungun, Sumatra Utara," ujarnya.

Apa Penyebab Gempa Simalungun Sumut?

Lebih lanjut, Wijayanto memberikan penjelasan mengenai penyebab dan jenis gempa yang mengguncang Simalungun.

Wijayanto menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa Simalungun yang terjadi sore hari ini diduga disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng.

Baca Juga: Kenapa Banyak Nyamuk Saat Musim Kemarau? Simak Penyebab dan Cara Mengusirnya

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng," jelas Wijayanto.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme sesar geser turun (oblique normal fault)," tambahnya.

Gempa Simalungun Sumut Berpotensi Tsunami Atau Tidak?

Adapun, mengenai potensi tsunami, Wijayanto membeberkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi memicu tsunami.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkapnya.

Baca Juga: Gempa Susulan NTT Masih Terjadi, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan BMKG

Gempa Terasa hingga Beberapa Daerah

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara melaporkan gempa dirasakan di beberapa wilayah antara lain Kabupaten Simalungun, Kota Medan, Kabupaten Pakpak Bharat, dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Di Kabupaten Simalungun, Kota Medan, dan Kabupaten Pakpak gempa dirasakan kuat selama 30 detik. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, gempa dirasakan kuat selama 10 detik," demikian keterangan yang tertera di situs resmi BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD, Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak. Personil diturunkan untuk melakukan asesmen terhadap dampak dan korban jiwa yang mungkin ditimbulkan akibat peristiwa ini.

Selain di sejumlah wilayah Sumatera Utara, getaran gempa Simalungun juga dikabarkan terasa di daerah lainnya, mulai dari Padang hingga Aceh.


Berita Terkait


News Update