“Artnya perbedaan hendaknya menjadi alat pemersatu, bukan pemecah belah. Begitu juga perbedaan politik adalah keniscayaan, tetapi bulan lantas kita terpecah belah.” kata Heri.
“Aspirasi dan sikap politik boleh beda, itu sah – sah saja. Meski beda parpol bukan lantas melunturkan jiwa dan semangat nasionalisme kita bersama.Justru perbedaan untuk membangun kebersamaan mewujudkan cita – cita kemerdekaan,” ujar Yudi.
“Sidang tahunan MPR bukan sekadar upacara konstitusional ,tetapi upaya kian meneguhkan janji kepada negara. Janji bahwa kemerdekaan akan terus kita jaga bersama, termasuk janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah persaudaraan dan kebangsaan,” urai mas Bro.
“Itu pula yang telah diteladankan oleh para pendiri negeri yang beragam latar belakang. Mereka berdialog, berdebat karena adanya perbedaan sikap dalam merumuskan keputusan, tetapi begitu bicara bicara kepentingan nasional segala ego dan perbedaan luluh melebur menjadi satu kepentingan bersama, yakni NKRI ,” ujar Heri.
