Kenapa Banyak Nyamuk Saat Musim Kemarau? Simak Penyebab dan Cara Mengusirnya

Sabtu 15 Agu 2026, 16:55 WIB
Ilustrasi - Saat musim kemarau jumlah nyamuk semakin banyak karena kondisi suhu dan lingkungan lebih disukai nyamuk. (Sumber: Pexels/Ignacio Vazquez)
Ilustrasi - Saat musim kemarau jumlah nyamuk semakin banyak karena kondisi suhu dan lingkungan lebih disukai nyamuk. (Sumber: Pexels/Ignacio Vazquez)

POSKOTA.CO.ID - Tak sedikit orang yang bertanya, kenapa banyak nyamuk saat musim kemarau? Ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut.

Memasuki musim kemarau, sebagian orang mungkin menyadari bahwa jumlah nyamuk di sekitar rumah justru semakin bertambah banyak.

Padahal, banyak orang mengira saat musim kemarau jumlah nyamuk harusnya berkurang. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Pada malam hari, banyak nyamuk yang "menyerang" orang-orang di rumah.

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan nyamuk bertambah banyak ketika kemarau?

Baca Juga: Kenapa Power Bank Tidak Boleh Masuk Bagasi Pesawat? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Mengapa Banyak Nyamuk saat Musim Kemarau?

Fenomena jumlah nyamuk yang meningkat saat musim kemarau ternyata berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kenaikan suhu.

Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, musim panas merupakan waktu yang ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Itu karena, saat musim kemarau meskipun curah hujan rendah, namun masih tetap ada genangan air di sekitar rumah. Lebih parahnya, air yang tergenang ketika musim hujan cenderung lebih tenang dan tidak banyak berguncang.

Baca Juga: Salomon XT 6, Rekomendasi Sneaker Bergaya Trail untuk Jalan di Perkotaan

Hal tersebut membuat nyamuk Aedes Aegypti lebih mudah berkembang biak karena lebih nyaman saat meletakkan telur-telurnya dan minim gangguan.

Bahkan, telur nyamuk Aedes Aegypti disebut mampu bertahan dalam kondisi kering dalam waktu berbulan-bulan. Sementara, proses telur untuk bisa menetas menjadi nyamuk dewasa hanya butuh waktu sekitar 7-10 hari.

Kondisi ini juga lah yang membuat jumlah orang yang terkena penyakit demam berdarah (DBD) lebih tinggi saat musim kemarau.

Cara Mengusir Nyamuk

Ada banyak cara untuk mengusir nyamuk dari rumah, baik menggunakan bahan-bahan alami maupun bahan kimia yang diperbolehkan. Berikut ini sejumlah caranya.

Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Menyaksikan Fenomena Langka

1. Menggunakan Minyak Sereh

Minyak sereh memiliki kandungan senyawa dana aroma yang tidak disukai nyamuk. Oleh karena itu, minyak ini dapat digunakan  untuk mengusir bahkan membunuh nyamuk.

Cara mengusir nyamuk menggunakan minyak sereh cukup mudah. Cukup oleskan langsung ke kulit sehingga nyamuk tidak berani mendekat.

2. Meletakkan Bunga Lavender di dalam Rumah

Sudah menjadi rahasia umum jika bunga lavender memiliki aroma yang tidak disukai nyamuk. Banyak orang meletakkan bunga ini  di dalam rumah atau ruangan tertentu untuk mengusir nyamuk.

Selain itu, masyarakat juga bisa menggunakan bunga lavender yang sudah diolah menjadi minyak esensial untuk membuat nyamuk menjauh. Menggunakan lotion anti nyamuk yang mengandung bunga lavender juga bisa menjadi opsi yang tepat.

3. Membersihkan Sampah dan Mengeringkan Genangan Air

Sampah yang menumpuk dan air yang menggenang merupakan tempat yang sangat disukai nyamuk untuk berkembang biak dan meletakkan telur-telurnya.

Maka dari itu, cobalah untuk rutin membersihkan atau mendaur ulang sampah secara berkala. Tak hanya itu, pastikan juga selokan, pot tanaman, ember, atau wadah lainnya yang dapat menampung air selalu kering agar tidak dijadikan tempat berkembang biak oleh nyamuk.

4. Menyemprotkan Semprotan Pengusir Nyamuk

Selain menggunakan bahan-bahan alami, masyarakat juga bisa mengusir nyamuk dengan bahan kimia, seperti semprotan pengusir nyamuk yang mengandung insektisida aerosol yang dijual bebas di pasaran.

5. Melakukan Fogging

Cara lainnya yang juga bisa dilakukan untuk mengusir nyamuk, yaitu dengan melakukan fogging. Mirip seperti cara sebelumnya, fogging dilakukan dengan menyemprotkan asap yang mengandung insektisida dengan tujuan membunuh nyamuk dewasa.

Namun, jika semprotan nyamuk pada umumnya hanya digunakan secara apeibadi, fogging biasanya dilakukan dalam skala besar di suatu wilayah, misalnya dalam lingkup RT, terutama saat kasus demam berdarah meningkat di daerah tersebut.


Berita Terkait


News Update