POSKOTA.CO.ID - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan yang kemudian diperbarui BMKG menjadi magnitudo 7,7 itu berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan terasa hingga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di Kota Mataram, sejumlah warga yang baru selesai beribadah maupun sedang membersihkan rumah memilih keluar dan berkumpul di jalan. Suasana sempat panik karena gempa terjadi pada pagi hari ketika sebagian warga sedang memulai aktivitas.
Baca Juga: Ribuan Warga Pandeglang jadi Pencari Kerja, Serapan Baru 236 Orang
Data Gempa NTT dari BMKG
BMKG mencatat gempa awal terjadi sekitar pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Parameter awal yang tercatat M7,0 kemudian diperbarui menjadi M7,7.
Bukan hanya Lombok yang merasakan dampaknya. Aktivitas gempa juga diikuti oleh sejumlah gempa susulan di kawasan Flores dan sekitarnya. Data BMKG pada pagi hari menunjukkan beberapa gempa lain dengan magnitudo di atas 5.
Baca Juga: BAIC Indonesia Berhasil Raih 407 SPK di GIIAS 2026, BJ30 HEV Paling Laris
Tsunami Terdeteksi di Sejumlah Wilayah
Besarnya gempa membuat BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Hasil pemantauan kemudian menunjukkan adanya perubahan muka laut di beberapa wilayah pesisir.
Berikut beberapa tinggi tsunami yang tercatat BMKG:
Labuan Bajo: 0,36 meter.
Sikka: 0,19 meter.
Dompu: 0,17 meter.
Florestimur: 0,25 meter.
Maurole, Ende: 0,94 meter.
Pelabuhan Kewapante, Sikka: 0,38 meter.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya dirasakan dalam bentuk guncangan tanah. Aktivitas laut juga menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, menjauhi informasi yang tidak jelas sumbernya, serta mengikuti perkembangan dari kanal resmi. Imbauan ini penting karena gempa kuat masih dapat diikuti gempa susulan.
