Presiden Prabowo Subianto menyoroti pemberantasan aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung. Menurutnya, penutupan sekitar 1.000 titik tambang ilegal pada akhir 2025 berdampak terhadap pertambahan keuntungan PT Timah Tbk sebesar Rp2,7 triliun pada semester pertama 2026.
"Dalam 6 bulan tahun 2026 ini PT Timah telah mencapai keuntungan Rp 2,7 triliun, sembilan kali lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saudara-saudara, artinya naik 900 persen," tutur Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Senayan, Jakarta Pusat.
