Kenapa Power Bank Tidak Boleh Masuk Bagasi Pesawat? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Kamis 13 Agu 2026, 20:30 WIB
Perangkat berbaterai lithium-ion wajib dibawa ke kabin demi alasan keselamatan penerbangan, bukan dimasukkan ke bagasi tercatat. (Sumber: Wikimedia Commons)
Perangkat berbaterai lithium-ion wajib dibawa ke kabin demi alasan keselamatan penerbangan, bukan dimasukkan ke bagasi tercatat. (Sumber: Wikimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Membawa power bank saat bepergian dengan pesawat sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Perangkat ini membantu menjaga daya ponsel tetap terisi selama perjalanan, terutama untuk penerbangan jarak jauh. Namun, masih banyak penumpang yang belum memahami bahwa power bank tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi tercatat.

Aturan tersebut bukan tanpa alasan. Hampir seluruh maskapai di dunia, termasuk yang mengikuti standar keselamatan penerbangan internasional, mewajibkan power bank dibawa ke kabin karena perangkat ini menggunakan baterai lithium-ion yang memiliki risiko kebakaran apabila mengalami kerusakan atau gangguan.

Sejumlah insiden penerbangan dalam beberapa tahun terakhir kembali mengingatkan pentingnya aturan tersebut. Salah satunya kebakaran pesawat Air Busan di Korea Selatan pada Januari 2025 yang turut menyoroti potensi bahaya baterai lithium apabila mengalami gangguan selama penerbangan.

"Power bank harus dibawa ke dalam kabin agar apabila terjadi gangguan pada baterai, awak pesawat dapat segera mendeteksi dan mengambil tindakan penanganan."

Baca Juga: 5 Tips Sewa Mobil Harian Bandung untuk Liburan Keluarga

Mengapa Power Bank Tidak Boleh Masuk Bagasi?

Larangan menyimpan power bank di bagasi tercatat berkaitan langsung dengan karakteristik baterai lithium-ion.

Jenis baterai ini berpotensi mengalami thermal runaway, yaitu kondisi ketika suhu baterai meningkat secara tidak terkendali hingga memicu asap, api, bahkan ledakan kecil.

Masalah tersebut memang tergolong jarang terjadi, tetapi dampaknya bisa sangat serius apabila muncul di ruang bagasi yang tidak dapat dipantau secara langsung selama penerbangan.

Menurut data Federal Aviation Administration (FAA), ratusan insiden yang melibatkan baterai lithium telah tercatat dalam dua dekade terakhir. Kasus tersebut mencakup munculnya asap, panas berlebih, hingga kebakaran pada perangkat elektronik yang dibawa penumpang.

Mengapa Justru Harus Dibawa ke Kabin?

Banyak orang mengira bagasi merupakan tempat paling aman menyimpan barang elektronik. Faktanya justru sebaliknya.

Jika power bank mengalami korsleting di dalam kabin, awak pesawat maupun penumpang dapat segera mengetahui adanya asap atau panas berlebih. Prosedur penanganan darurat pun bisa langsung dilakukan sebelum situasi berkembang menjadi lebih berbahaya.

Sebaliknya, apabila perangkat berada di bagasi tercatat, proses pendeteksian akan jauh lebih sulit karena ruang bagasi tidak dapat diakses selama penerbangan berlangsung.

Inilah alasan mengapa FAA bersama Transportation Security Administration (TSA) mewajibkan seluruh baterai lithium cadangan, termasuk power bank, dibawa ke dalam kabin.

Kondisi yang Membuat Power Bank Berisiko

Tidak semua power bank memiliki tingkat risiko yang sama. Bahaya dapat meningkat apabila perangkat mengalami kondisi berikut.

Mengalami benturan keras atau kerusakan fisik.

Mengalami panas berlebih.

Diisi daya secara berlebihan.

Memiliki cacat produksi.

Mengalami pembengkakan pada baterai.

Terminal baterai bersentuhan dengan benda logam sehingga memicu korsleting.

Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan membawa power bank saat bepergian menggunakan pesawat.

Berapa Kapasitas Power Bank yang Boleh Dibawa?

Masing-masing maskapai memiliki ketentuan tersendiri. Namun secara umum berlaku aturan berikut.

Power bank hingga 100 Wh dapat dibawa ke kabin tanpa izin khusus.

Kapasitas 100 Wh hingga 160 Wh biasanya memerlukan persetujuan dari maskapai.

Kapasitas di atas 160 Wh umumnya tidak diperbolehkan dibawa penumpang.

Sebagai gambaran, kapasitas sekitar 27.000 mAh pada tegangan nominal 3,7 volt setara dengan sekitar 100 Wh. Karena itu, penting untuk memeriksa label spesifikasi sebelum berangkat ke bandara.

Baca Juga: PLN Siapkan Keandalan Pasokan Listrik untuk Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI

Tips Aman Membawa Power Bank Saat Naik Pesawat

Selain mematuhi aturan maskapai, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar perjalanan tetap aman.

  • Pastikan power bank tidak menggembung atau rusak.
  • Simpan perangkat di dalam tas kabin.
  • Lindungi terminal baterai menggunakan penutup atau kantong khusus.
  • Hindari meletakkan power bank bersama benda logam seperti kunci atau koin.
  • Patuhi aturan maskapai mengenai penggunaan dan pengisian daya selama penerbangan.
  • Periksa kembali kapasitas power bank sebelum check-in.

Langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko korsleting maupun kebakaran selama penerbangan.

Larangan membawa power bank ke dalam bagasi pesawat bukan sekadar aturan administratif, melainkan bagian penting dari sistem keselamatan penerbangan. Baterai lithium-ion memang praktis digunakan sehari-hari, tetapi juga memiliki potensi risiko apabila mengalami kerusakan atau panas berlebih.

Dengan membawa power bank di kabin, awak pesawat dapat bertindak lebih cepat jika terjadi kondisi darurat. Sebelum bepergian, pastikan pula kapasitas perangkat masih sesuai ketentuan maskapai dan kondisi fisiknya tetap layak digunakan. Kepatuhan terhadap aturan sederhana ini bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga seluruh penumpang dalam satu penerbangan.


Berita Terkait


News Update