POSKOTA.CO.ID - Pecatur muda kebanggaan Indonesia, Laysa Latifah, sukses bikin kejutan di ajang Olimpiade Catur FIDE 2026. Laysa resmi mengunci norma gelar Woman Grandmaster (WGM) terakhirnya di Samarkand, Uzbekistan.
Tampil Cemerlang di Olimpiade Catur FIDE 2026, pencatur yang bergelar Woman Internasional Master (WIM) tersebut, berhasil mengamankan norma WGM ketiganya usai menundukkan pecatur asal Vietnam, WIM Ngoc Thuy Duong Bach, di babak ke-10.
Laysa sendiri menyabet norma WGM pertamanya di turnamen Budapest One Week IM B di Hungaria pada Agustus 2024.
Tak butuh waktu lama, norma kedua langsung ia raih di Turnamen Panglima TNI di Tarakan, Kalimantan Utara, dua bulan setelahnya.
Lantaran rating minimum 2300 sudah pernah Laysa tembus sejak September 2024, norma di Uzbekistan ini praktis membuat gadis kelahiran 2006 itu resmi menyandang WGM ke-4 sepanjang sejarah catur Indonesia.
Laysa sukses menyusul nama-nama senior seperti WGM Irene Kharisma Sukandar, WGM Medina Warda Aulia, dan WGM Dewi Ardhiani Anastasia Citra.
Catatan Gemilang 8 Poin dari 10 Babak Hingga Tumbangkan Pecatur Bergelar Grandmaster
Perjalanan Laysa di Samarkand terbilang sangat impresif.
Dari 10 babak yang dilakoninya, ia hanya sekali mengalami kekalahan dan sukses mengumpulkan 8 poin, lewat rekor 7 kali menang serta 2 kali remis.
Mahasiswa asal Universitas Negeri Jakarta itu, sukses bikin kejutan saat menumbangkan GM wanita top asal Jerman, GM Elisabeth Paehtz, dan menahan imbang GM Nino Batsiashvili.
Aksi ciamik Laysa tak hanya mempertegas kemahiran permainannya, tapi juga mendongkrak Tim Putri Indonesia finish di peringkat ke-19 dunia.
