Kenapa Power Bank Tidak Boleh Masuk Bagasi Pesawat? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Kamis 13 Agu 2026, 20:30 WIB
Perangkat berbaterai lithium-ion wajib dibawa ke kabin demi alasan keselamatan penerbangan, bukan dimasukkan ke bagasi tercatat. (Sumber: Wikimedia Commons)
Perangkat berbaterai lithium-ion wajib dibawa ke kabin demi alasan keselamatan penerbangan, bukan dimasukkan ke bagasi tercatat. (Sumber: Wikimedia Commons)

Sebaliknya, apabila perangkat berada di bagasi tercatat, proses pendeteksian akan jauh lebih sulit karena ruang bagasi tidak dapat diakses selama penerbangan berlangsung.

Inilah alasan mengapa FAA bersama Transportation Security Administration (TSA) mewajibkan seluruh baterai lithium cadangan, termasuk power bank, dibawa ke dalam kabin.

Kondisi yang Membuat Power Bank Berisiko

Tidak semua power bank memiliki tingkat risiko yang sama. Bahaya dapat meningkat apabila perangkat mengalami kondisi berikut.

Mengalami benturan keras atau kerusakan fisik.

Mengalami panas berlebih.

Diisi daya secara berlebihan.

Memiliki cacat produksi.

Mengalami pembengkakan pada baterai.

Terminal baterai bersentuhan dengan benda logam sehingga memicu korsleting.

Apabila menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya jangan membawa power bank saat bepergian menggunakan pesawat.

Berapa Kapasitas Power Bank yang Boleh Dibawa?

Masing-masing maskapai memiliki ketentuan tersendiri. Namun secara umum berlaku aturan berikut.

Power bank hingga 100 Wh dapat dibawa ke kabin tanpa izin khusus.


Berita Terkait


News Update