POSKOTA.CO.ID - Pihak kepolisian resmi menangkap dua orang pelaku challenge hafalan Alquran berhadiah minuman keras (miras) Newport inisial R dan E.
Kedua pelaku ditangkap terkait kasus dugaan penistaan agama setelah video aksi tantangan hafalan surah Ad-Duha untuk mendapatkan hadiah miras di acara musik The Sounds Project viral di media sosial.
"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara. Dua yang kami arah penyidikan," ujar PKH Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Oki Waskito.
Oki mengungkapkan, selanjutnya pihaknya akan melakukan pendalaman dan penyidikan untuk mengetahui peran pelaku. Polisi juga kan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi lainnya.
"Selanjutnya, selain memeriksa saksi-saksi, dari pihak penyidik juga sudah melakukan penyitaan bukti otentik elektronik. Jadi ada 2 yang kami ambil untuk bukti elektroniknya yang mengarah pada pembuktian penistaan agama," jelasnya.
Baca Juga: Habib Bahar Geruduk The Sounds Project, Buru Pelaku Challenge Hafalan Quran
Siapa Identitas Pelaku Inisial R dan E?
Terkait identitas dua terduga pelaku berinisial R dan E yang telah ditangkap, Oki mengungkapkan belum bisa merincikan hal tersebut lebih lanjut.
Meski demikian, ia memastikan bahwa identitas R dan E merupakan orang yang terekam dalam video viral yang beredar di media sosial.
Ia juga menambahkan bahwa pelaku R berjenis kelamin perempuan, sedangkan pelaku E adalah laki-laki.
Baca Juga: Viral Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras, MUI Depok Ikut Mengecam
Lebih lanjut, Oki mengungkapkan adanya kemungkinan pihak lain yang turut terlibat dalam kasus viral ini.
"Tidak menutup kemungkinan untuk merembet ke pihak lain. Sementara ada 2 itu yang kami amankan, kami masih melakukan pendalaman, khususnya untuk dua yang tadi disebutkan tadi," ungkapnya.
MC Booth Miras Newport Minta Maaf
Sebelumnya, MC stan miras Newport yang bernama Ega menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang dibuatnya.
Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung," tulis Revnaldo Ega, seperti dikutip dari akun Threads @aqueer_.
Pemilik nama asli Revnaldo Ega Siahaan itu juga menjelaskan bahwa kejadian yang tengah menjadi sorotan saat ini adalah aksi spontan dan tidak berhubungan dengan brand.
"Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," tuturnya.
Baca Juga: Klarifikasi Newport soal Challenge Baca Alquran Berhadiah Miras: Kami Minta Maaf
Klarifikasi Pihak Newport
Merespon persoalan yang viral di media sosial, Direktur Newport, Handoko Sasongko menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya umat muslim.
"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (9/8), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," kata Handoko dalam keterangan resminya.
Handoko menjelaskan, aktivitas tersebut bukan bagian dari konsep promosi maupun program yang diusung pihak Newport.
"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," imbuhnya.
Meski demikian, Handoko mengakui adanya kelemahan pengawasan situasi di lapangan yang membuat kondisi menjadi tidak kondusif.
"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mik dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ucapnya.
