Dengan epistemologi ini, Indonesia tidak perlu meniru mentah-mentah sistem Barat atau Timur. Kita bisa membangun ilmu ekonomi sendiri yang berakar pada kepribadian bangsa. Ilmu yang dipastikan membela warga dan negaranya.
Pilarnya jelas: 1) Memastikan kedaulatan nasional. Sikapnya tegas menolak penyerahan arah pembangunan mutlak kepada pasar global; 2) Memastikan peran progresif negara. Posisi pemerintahnya hadir aktif mengatur produksi, pasar domestik, dan kekayaan alam demi kemakmuran semua rakyat; 3) Mentradisikan demokrasi ekonomi dan politik. Praktik gotong royong dan koperasi menjadi fondasi utama pelaku ekopol kerakyatan.
Inilah ekopol Pancasila yang berpikir dengan akal, dirasa dengan hati, dan bertindak dengan nilai-nilai. Satu epistem yang harus terus disegarkan agar para pengiman dan pemeluknya tidak karatan, lapuk dan sekarat.
