POSKOTA.CO.ID - Nama Revnaldo Ega Siahaan mendadak menjadi perhatian publik pada Selasa, 11 Agustus 2026. Bukan karena kiprahnya sebagai pembawa acara, melainkan setelah video challenge hafalan Surah Ad-Duha di booth Newport saat festival musik The Sounds Project viral di berbagai platform media sosial.
Potongan video tersebut memicu perdebatan luas karena memperlihatkan hafalan Al-Qur'an dikaitkan dengan hadiah berupa minuman beralkohol. Sejak video itu beredar, banyak warganet mencari tahu siapa sosok Revnaldo Ega Siahaan karena diketahui bertugas sebagai master of ceremony (MC) di booth Newport saat insiden berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Di tengah derasnya sorotan publik, Ega akhirnya muncul memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya.
Baca Juga: Salomon XT 6, Rekomendasi Sneaker Bergaya Trail untuk Jalan di Perkotaan
Kronologi Versi Revnaldo Ega Siahaan
Dalam video yang viral, terlihat seorang perempuan berbaju putih berada di tengah keramaian booth dan mengajak pengunjung melafalkan Surah Ad-Duha.
Terdengar ucapan:
"Yang penting balance, yang bisa Ad-Duha gua bayarin satu botol."
Setelah itu, beberapa peserta mencoba melanjutkan hafalan dan disambut sorakan pengunjung di sekitar lokasi.
Banyak warganet kemudian menganggap challenge tersebut merupakan bagian dari aktivitas resmi booth. Namun, Revnaldo Ega Siahaan menjelaskan kronologi yang menurutnya berbeda.
Ia mengatakan kejadian bermula ketika acara memasuki waktu jeda. Pada saat itu, seorang pengunjung mengambil mikrofon dan secara spontan mengucapkan tantangan tersebut.
Ega mengakui dirinya terlambat mengambil kembali mikrofon sehingga situasi berkembang tanpa sempat ia hentikan.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan:
"Saya secara pribadi menyatakan permohonan maaf karena tidak mampu mengontrol aksi spontan dari audiens tersebut, sehingga menimbulkan kegaduhan."
Menurutnya, insiden tersebut menjadi pelajaran penting dalam menjalankan tugas sebagai seorang MC agar lebih sigap mengendalikan situasi di atas panggung.
Klarifikasi Disampaikan Lewat Media Sosial
Permintaan maaf Revnaldo Ega Siahaan juga diunggah melalui akun Threads @aqueer_ pada 10 Agustus 2026.
Dalam unggahan tersebut, ia membuka pernyataannya dengan memperkenalkan diri sebagai MC booth Newport yang bertugas pada hari kejadian sebelum menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Hingga artikel ini ditulis, akun @aqueer_ menjadi salah satu identitas media sosial yang dapat diverifikasi dan dikaitkan dengan Revnaldo Ega Siahaan.
Siapa Revnaldo Ega Siahaan?
Meski namanya sedang ramai diperbincangkan, informasi mengenai profil pribadi Revnaldo Ega Siahaan masih sangat terbatas.
Berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi hingga 11 Agustus 2026, berikut fakta mengenai dirinya:
Berprofesi sebagai master of ceremony (MC).
Bertugas di booth Newport saat festival The Sounds Project berlangsung pada 9 Agustus 2026.
Menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun Threads @aqueer_.
Belum terdapat sumber resmi yang memuat informasi mengenai umur, tanggal lahir, pendidikan, asal daerah maupun riwayat keluarganya.
Berbagai biodata yang beredar di media sosial belum dapat dipastikan kebenarannya sehingga tidak layak dijadikan rujukan.
Karena itu, masyarakat diimbau berhati-hati terhadap informasi pribadi yang beredar tanpa sumber resmi, terutama yang memuat data sensitif.
Baca Juga: Viral Ajakan Pasang Bendera Setengah Tiang Saat HUT RI ke-81, Kapolres Depok: Jangan Terprovokasi
The Sounds Project Tegaskan Challenge Bukan Bagian dari Acara
Kontroversi tersebut turut mendapat respons dari penyelenggara The Sounds Project.
Melalui pernyataan resminya, panitia membenarkan bahwa insiden memang terjadi di salah satu booth sponsor. Namun, mereka menegaskan aksi tersebut berada di luar arahan, persetujuan, maupun kendali penyelenggara.
Panitia juga menyampaikan telah memberikan teguran kepada sponsor terkait, meminta identifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung, serta melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam pernyataannya, penyelenggara menegaskan:
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun."
Video challenge tersebut memancing kritik dari berbagai kalangan karena mengaitkan hafalan Al-Qur'an dengan hadiah minuman beralkohol.
Selain menuai kecaman dari masyarakat, sejumlah organisasi turut memberikan perhatian terhadap peristiwa tersebut. DPW Partai Bulan Bintang DKI Jakarta meminta adanya klarifikasi dan pemeriksaan terhadap pihak yang terlibat serta membuka kemungkinan langkah hukum apabila persoalan tidak diselesaikan secara bertanggung jawab.
Sejumlah pemberitaan juga mencatat adanya kecaman dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap challenge yang viral tersebut.
Kasus yang menyeret nama Revnaldo Ega Siahaan menunjukkan bagaimana sebuah aksi spontan di ruang publik dapat berkembang menjadi kontroversi besar ketika tersebar di media sosial.
Di sisi lain, minimnya informasi resmi mengenai profil pribadi Ega membuat masyarakat perlu lebih selektif dalam menyaring berbagai informasi yang beredar. Mengacu pada data yang telah terverifikasi, publik baru dapat memastikan perannya sebagai MC booth Newport serta klarifikasi yang telah ia sampaikan, sementara informasi pribadi lainnya masih belum dapat dipastikan kebenarannya.
