CIMAHI, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mulai memperkuat kewaspadaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau. Langkah antisipasi dilakukan dengan memetakan sejumlah wilayah rawan, mulai dari kawasan hutan, lahan kering, hingga permukiman padat penduduk.
Wilayah selatan, seperti Cireundeu serta kawasan utara di Cipageran dan sekitarnya menjadi perhatian utama. Berdasarkan catatan sebelumnya, kebakaran di Cimahi didominasi kasus alang-alang dan lahan kering yang mudah terbakar saat cuaca panas.
“Kalau kategorinya itu sedang, melihat kemarau tahun sebelumnya kejadian kebakaran alang-alang kebanyakan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan kepada Poskota, Selasa, 28 April 2026.
Tak hanya di lahan terbuka, ancaman kebakaran di kawasan permukiman padat juga cukup rentan. Untuk itu, kesiapsiagaan lintas pihak terus diperkuat.
Baca Juga: Kejari Cimahi Geledah Kantor Disnaker, Diduga Ada Korupsi Program Pelatihan dan Produktivitas
Koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi guna memastikan respons cepat saat terjadi kebakaran. Selain itu, BPBD juga menjalin komunikasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca selama musim kemarau.
Fitriandy memperkirakan, musim kemarau 2026 berlangsung lebih singkat daripada tahun sebelumnya. Dengan langkah antisipatif, pihaknya berharap risiko kebakaran dapat ditekan dan perlindungan terhadap masyarakat semakin optimal.
"Musim kemaraunya akan lebih pendek dan lebih cepat selesainya," ujarnya.
