Prapanca menegaskan, kerja sama Persija dengan Bank Jakarta diharapkan tidak berhenti pada kepentingan olahraga. Kolaborasi tersebut juga harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat luas.
"Kolaborasi antara Bank Jakarta dan Persija bukan sekadar kerja sama antara dua institusi, tetapi bersatunya dua entitas kebanggaan Jakarta. Ini merupakan langkah untuk semakin menghadirkan lebih banyak pengalaman dan manfaat bagi masyarakat Jakarta," ujarnya.
Ia berharap kemitraan tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang. Persija, kata Prapanca, juga berkomitmen menjadikan musim baru sebagai momentum untuk semakin mendekatkan klub dengan masyarakat Jakarta dan Jakmania.
"Semoga kolaborasi ini dapat berjalan panjang, memberikan dampak positif dan menjadi sesuatu yang bisa dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Jakarta," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prapanca juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan kepada Persija.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga Persija sebagai klub yang tidak terpisahkan dari identitas Jakarta.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta dan juga Jakmania. Semoga musim baru ini kita bisa menyatukan Jakarta. Persija adalah bagian yang selamanya untuk Jakarta," katanya.
Sementara itu, pelatih Persija, Shin Tae-yong (STY), menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jakarta dan Bank Jakarta atas dukungan yang diberikan kepada tim.
Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran pelatih dan pemain untuk bekerja lebih keras menghadapi musim kompetisi mendatang.
"Pastinya kami akan berusaha semaksimal mungkin agar Jakarta bisa mendapatkan prestasi yang terbaik," ujar STY.
Kolaborasi Bank Jakarta dan Persija menjadi gambaran kuatnya sinergi antara dunia olahraga, pemerintah daerah, dunia usaha, pemain, manajemen, dan suporter. Seluruh elemen tersebut kini memiliki harapan yang sama, yakni melihat Persija kembali berdiri di podium juara.
Bagi Persija dan Jakmania, trofi liga pada tahun ketika Jakarta memasuki usia 500 tahun bukan sekadar gelar juara. Jika terwujud, prestasi tersebut akan menjadi kado istimewa sekaligus simbol kebanggaan bagi warga Ibu Kota.
