Program literasi digital yang digelar USNI ini dimulai sejak 27 Juni 2026 dan diikuti oleh 20 peserta dengan rentang usia 16-25 tahun.
Fokus Tingkatkan Kemampuan hingga Hasilkan Produk Digital
Melalui program ini, peserta mendapatkan pelatihan yang dirancang secara praktis agar mampu mengoptimalkan teknologi digital untuk kebutuhan organisasi maupun pengembangan ekonomi masyarakat.
Materi yang diberikan meliputi literasi digital dasar, komunikasi publik, storytelling komunitas, pengelolaan media sosial organisasi, pemasaran digital, fotografi produk, hingga produksi konten foto dan video.
Baca Juga: Libatkan 104 Mal dan UMKM, FJGS 2026 Targetkan Transaksi Rp16 Triliun
Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan pengambilan foto produk, menyusun narasi promosi, membuat video pendek, mengelola akun media sosial organisasi, serta mengunggah produk ke dalam sistem e-catalog.
Hingga tahap pelaksanaan saat ini, telah mencatat sejumlah capaian awal, di antaranya:
- Sebanyak 15 produk lokal telah diunggah ke dalam sistem e-catalog sebagai media promosi digital UMKM.
- Lima video storytelling berhasil diproduksi untuk memperkenalkan produk dan potensi lokal kepada masyarakat.
- Peserta telah menyelesaikan berbagai pelatihan terkait literasi digital, pemasaran digital, komunikasi publik, fotografi produk, hingga produksi konten multimedia.
“Capaian tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi Karang Taruna Cawang untuk terus mengembangkan media digital secara mandiri sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di wilayahnya,” kata Helen.
Program ini juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama pelaku UMKM yang membahas strategi pemasaran digital, penguatan identitas produk, serta pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Kolaborasi antara Karang Taruna, pelaku UMKM, dan perguruan tinggi diharapkan mampu membangun ekosistem kreatif lokal yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing produk lokal di era digital.
Perwakilan Karang Taruna Kelurahan Cawang mengapresiasi pelatihan dan bantuan peralatan yang diberikan. Mereka mengatakan dukungan tersebut menjadi bekal penting bagi kami generasi muda untuk mengembangkan kegiatan produktif, memperkuat komunikasi organisasi, sekaligus memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab.
Melalui program ini, Helen menyebut bahwa USNI berkomitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung agenda Diktisaintek Berdampak.
“Ke depan, tim PkM USNI akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar pengelolaan tim media Karang Taruna, konten promosi, serta e-catalog produk lokal dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
