JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 995 airsoft gun ditemukan di sekolah swasta wilayah Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Senjata tersebut diklaim berizin.
Kuasa hukum mantan Ketua Pengurus Yayasan sekolah swasta, Alhadid Endar Putra menyatakan, ratusan airsoft gun merupakan barang legal milik PT Lokta Karya Perbakin.
Alhadid yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin mengatakan, seluruh barang tersebut telah mengantongi izin resmi dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"Betul, itu milik Lokta dan legal. Gudang kami di sana juga sudah dikuasai sejak April oleh pihak-pihak yang tidak berhak, sehingga kami tidak lagi diperbolehkan masuk," kata Alhadid saat dikonfirmasi, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Polisi Selidiki Temuan 995 Senjata dan Barang Terlarang di Ruangan Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Menurutnya, sebagian besar barang yang ditemukan sudah tidak lagi dapat digunakan karena berupa komponen atau suku cadang. Airsoft gun tersebut sebelumnya dipersiapkan sebagai perlengkapan kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan yang telah direncanakan sejak 2021.
"995 seluruhnya merupakan airsoft yang sudah tidak dapat digunakan dan legal. Sebagian besar juga berbentuk spare parts. Barang itu merupakan stok untuk persiapan ekstrakurikuler menembak dan panahan sekolah," ujarnya.
Selain itu, ia mengaku baru mengetahui persoalan tersebut setelah pihak yayasan meminta barang-barang itu diambil pada akhir Juli 2026. Ketika stafnya datang ke lokasi, gudang disebut telah dibuka dengan pengamanan aparat kepolisian dan TNI.
Kemudian Alhadid juga membantah informasi yang menyebut ratusan airsoft gun itu ditemukan di ruang kerja mantan Ketua Yayasan. Dengan demikian, seluruh barang berada di gudang yang sejak April 2026 sudah tidak lagi dikuasai oleh PT Lokta Karya Perbakin.
Baca Juga: Sekolah Swasta di Pondok Pinang Simpan 995 Senjata, Alat Pembuat Peluru hingga Narkoba Ditemukan
"Gudang tersebut sudah dikuasai pihak lain sejak April 2026 sehingga kami sudah tidak memiliki akses ke lokasi," ucapnya.
Terkait temuan lain berupa 215 pucuk senjata api berbagai jenis, empat senapan angin kaliber 4,5 milimeter, narkotika, hingga cakram digital berisi konten pornografi, Alhadid menegaskan seluruh barang tersebut bukan milik perusahaan yang dipimpinnya.
"Perihal itu bukan milik kami. Silakan ditanyakan kepada pihak yang menguasai sekolah dan seluruh ruangan di dalamnya sejak April 2026. Kami sudah tidak berada di sana dan tidak diperbolehkan masuk," tuturnya.
Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan penemuan ratusan senjata dan perlengkapan pendukung di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Selain ratusan senjata, petugas juga menemukan alat pembuat peluru, magazen, puluhan amunisi, narkotika, hingga konten pornografi. (Ali Mansur).
Saat ini, seluruh barang bukti kini telah diamankan dan dititipkan di Polda Metro Jaya. Polisi masih terus mendalami asal-usul serta kepemilikan seluruh barang yang ditemukan, termasuk menelusuri dugaan pelanggaran hukum dalam kasus tersebut.
