Cara Memilih Mobil Sesuai Kebutuhan dan Pembiayaan yang Aman Menurut ACC, TAF, dan Auto2000

Kamis 06 Agu 2026, 22:38 WIB
Para narasumber berfoto bersama usai talkshow sebagai penutup rangkaian diskusi mengenai panduan cerdas memilih mobil di tengah beragam pilihan kendaraan yang ditawarkan pada GIIAS 2026. (Sumber: Poskota/Dimas Prasettyo)
Para narasumber berfoto bersama usai talkshow sebagai penutup rangkaian diskusi mengenai panduan cerdas memilih mobil di tengah beragam pilihan kendaraan yang ditawarkan pada GIIAS 2026. (Sumber: Poskota/Dimas Prasettyo)

Area Business Head DKI 1 Auto2000, Riki Rusdiono, mengingatkan masyarakat agar tidak membeli mobil hanya karena mengikuti tren.

"Para AutoFamily jangan sampai terjebak FOMO saat menentukan mobil yang akan dipilih. Pertimbangkan Total Ownership Experience mulai dari kualitas produk, jaringan servis, suku cadang, layanan darurat hingga resale value. Moment of truth dalam kepemilikan bukan hanya saat membeli, tetapi sepanjang menggunakan mobil tersebut," ujarnya.

Selain memilih kendaraan, masyarakat juga diingatkan agar memperhatikan skema pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Baca Juga: Siapa Ebem Martono? Profil Kreator Konten yang Jadi Sorotan Usai Polemik GIIAS 2026

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Menentukan tujuan kepemilikan kendaraan, baik untuk kebutuhan keluarga, usaha maupun investasi.
  • Menghitung kemampuan membayar cicilan. Idealnya, total kewajiban cicilan tidak melebihi 30-35 persen dari penghasilan bulanan.
  • Memilih perusahaan pembiayaan yang telah berizin dan diawasi OJK.
  • Menyesuaikan besaran uang muka (DP) dan tenor agar tidak membebani arus kas.
  • Memahami total biaya kepemilikan kendaraan atau Total Owning Cost (TOC).

Regional Retail Business Head DKI 1 ACC, Henry Sinaga, mengatakan konsumen tidak boleh hanya mempertimbangkan besaran cicilan saat mengajukan kredit.

"Sebelum melakukan pengajuan kredit pembiayaan, konsumen harus memperhatikan beberapa faktor dalam memilih perusahaan pembiayaan yang terpercaya. Selain memastikan perusahaan pembiayaan tersebut berizin dan diawasi OJK, sebaiknya juga memiliki penyimpanan BPKB yang aman serta produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," katanya.

Baca Juga: Emanuel Bryan Siapa? Ini Sosok Ebemartono yang Viral usai Konten SPG GIIAS 2026 Tuai Kritik

Dalam sesi edukasi tersebut, ACC dan TAF juga mengajak masyarakat memahami konsep Total Owning Cost (TOC).

TOC merupakan keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan selama masa kepemilikan kendaraan, mulai dari uang muka, biaya administrasi, hingga total angsuran selama tenor pembiayaan.

Nilai angsuran tersebut telah mencakup bunga, asuransi kendaraan, dan asuransi jiwa sehingga memberikan gambaran utuh mengenai total komitmen finansial yang harus dipersiapkan konsumen.

Melalui pemahaman TOC, masyarakat diharapkan tidak hanya terpaku pada besaran cicilan bulanan, tetapi juga menghitung keseluruhan biaya hingga kredit berakhir.


Berita Terkait


News Update