TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Cuaca ekstrem El Nino Godzilla yang kini melanda wilayah Indonesia memicu kemarau panjang dan memberikan dampak kekeringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena cuaca ekstrem ini puncaknya akan terjadi pada Agustus hingga September. Selain itu, dampak yang ditimbulkan ialah krisis air bersih serta kebakaran hutan.
Di wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang kekeringan terjadi akibat fenomena El Nino Godzilla ini, sebanyak 200 kepala keluarga yang berada di Kampung Selong dan 120 kepala keluarga di Kampung Bolang kini mengandalkan bantuan air bersih.
Kendati begitu, Polresta Tangerang menyalurkan sebanyak 10 ribu liter air bersih kepada 320 kepala keluarga di dua lokasi tersebut.
Baca Juga: 12 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Kekeringan, 8.135 KK Terdampak Krisis Air Bersih
“Kami menyalurkan air bersih ke 320 kepala keluarga yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau,” ujar Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada kepada Poskota, Senin, 3 Agustus 2026.
Indra juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau.
Ia mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan maupun melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok di area kering.
"Mari kita bersama-sama menjaga agar lingkungan tetap aman. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun kegiatan lain yang dapat menyebabkan kebakaran, mengingat pada musim kemarau ini sangat rawan terjadi kebakaran," ucapnya.
Baca Juga: 597 KK di Lebak Dilanda Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Ambil Air Sejauh 5 Kilometer
El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Awal 2027
Hingga pertengahan Juli 2026, fenomena El Nino masih berada pada kategori kuat. Lebih dari 72 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Kondisi cuaca kering disertai suhu panas diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir 2026 dan berlanjut sampai awal 2027. BMKG memprediksi pengaruh El Nino di Indonesia baru akan berakhir sekitar Mei 2027.
Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama periode kemarau.
Kekeringan Meluas di Banten
Dampak kekeringan juga dirasakan di berbagai wilayah Provinsi Banten. Di Kabupaten Pandeglang, sebanyak 11 kecamatan dilaporkan mengalami krisis air bersih.
Warga harus mengantre dengan membawa jeriken dan ember untuk mendapatkan pasokan air dari BPBD. Hingga saat ini, sekitar 174.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada kurang lebih 9.000 kepala keluarga.
Sementara itu, di Kota Cilegon, tingginya kebutuhan air bersih membuat antusiasme warga meningkat saat distribusi bantuan dilakukan. Dalam beberapa kesempatan, kondisi tersebut bahkan sempat memicu kericuhan saat pembagian air oleh pemerintah daerah.
