AAF Resmi Dipimpin Malaysia, Ini Fokus Kepengurusan Baru ASEAN Automotive Federation 2026–2028

Jumat 31 Jul 2026, 16:00 WIB
Pergantian kepemimpinan AAF dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kepada Malaysian Automotive Association (MAA) untuk masa jabatan 2026–2028. (Sumber: Gaikindo)
Pergantian kepemimpinan AAF dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kepada Malaysian Automotive Association (MAA) untuk masa jabatan 2026–2028. (Sumber: Gaikindo)

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengakuan standar bersama antarnegara sehingga memudahkan investasi dan perdagangan kendaraan di kawasan.

Menyampaikan Aspirasi Industri kepada Pemerintah ASEAN

AAF juga akan memperkuat perannya sebagai representasi industri dengan memberikan berbagai masukan strategis kepada para menteri ekonomi serta lembaga terkait di ASEAN.

Tujuannya adalah menciptakan regulasi yang lebih harmonis dan mendukung pertumbuhan industri otomotif regional.

Memperkuat Kerja Sama Industri Otomotif ASEAN

Agenda berikutnya adalah meningkatkan integrasi dan kolaborasi antarnegara anggota agar sejalan dengan visi pengembangan industri otomotif ASEAN menuju 2030.

Penguatan kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri otomotif Asia Tenggara di pasar global.

AAF menilai pergantian kepengurusan dari Gaikindo kepada MAA bukan sekadar pergantian organisasi, tetapi juga bentuk kesinambungan komitmen dalam membangun ekosistem industri otomotif ASEAN.

Melalui kepemimpinan baru, AAF diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas negara, mempercepat transformasi menuju kendaraan ramah lingkungan, serta menciptakan industri otomotif kawasan yang semakin solid, inovatif, dan berdaya saing global.

Sebagai tambahan informasi, ASEAN Automotive Federation (AAF) merupakan organisasi yang menaungi asosiasi industri otomotif dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

AAF berfungsi sebagai forum komunikasi dan kerja sama antara pelaku industri otomotif dengan pemerintah negara anggota ASEAN. Organisasi ini juga berperan dalam mendorong harmonisasi kebijakan, memperkuat daya saing industri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan melalui sektor otomotif.


Berita Terkait


News Update