POSKOTA.CO.ID - Banyak orang masih percaya bahwa makan di warung yang kurang bersih atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bisa langsung menyebabkan hepatitis. Anggapan tersebut memang memiliki dasar, tetapi tidak berlaku untuk semua jenis hepatitis.
Hepatitis merupakan peradangan pada organ hati yang dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, efek samping obat, paparan zat beracun, hingga gangguan autoimun. Dari berbagai penyebab tersebut, infeksi virus menjadi yang paling sering dikaitkan dengan penularan dari satu orang ke orang lain.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat lima virus utama penyebab hepatitis, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Masing-masing memiliki jalur penularan yang berbeda sehingga penting dipahami agar masyarakat tidak salah mengambil kesimpulan.
Baca Juga: Daftar Harga HP Samsung Terbaru Juli 2026, Mulai Rp 1 Jutaan hingga Rp 44 Jutaan Masih Stabil
Hepatitis A dan E Bisa Menular Melalui Makanan
Jika berbicara mengenai penularan lewat makanan, hepatitis A dan hepatitis E menjadi dua jenis yang perlu diwaspadai.
WHO menjelaskan bahwa virus hepatitis A (HAV) menyebar melalui jalur fekal-oral. Artinya, virus dapat masuk ke tubuh ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja penderita hepatitis A. Risiko penularan lebih tinggi di daerah dengan sanitasi yang kurang baik atau akses air bersih yang terbatas.
Yang perlu diperhatikan, virus hepatitis A memiliki daya tahan cukup tinggi di lingkungan. Dalam kondisi tertentu, virus ini tidak selalu mati meskipun makanan telah melalui proses pengolahan biasa. Karena itu, makanan yang terlihat bersih belum tentu benar-benar aman apabila kebersihan saat pengolahan tidak dijaga.
Kondisi serupa juga terjadi pada hepatitis E (HEV). Virus ini umumnya menyebar melalui air maupun makanan yang terkontaminasi. Pada sebagian besar orang, infeksi hepatitis E dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, ibu hamil, khususnya pada trimester ketiga, memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius seperti gagal hati.
Seorang pakar WHO menjelaskan, "Hepatitis A dan hepatitis E merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan sanitasi yang buruk, kebersihan makanan, serta kualitas air yang tidak memadai."
Kasus penularan hepatitis melalui makanan bukan hanya teori. Salah satu wabah terbesar pernah terjadi di Shanghai, China, pada 1988. Sekitar 300 ribu orang dilaporkan terinfeksi hepatitis A setelah mengonsumsi makanan laut yang terkontaminasi virus.
Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Food Microbiology juga menempatkan hepatitis A sebagai salah satu penyebab utama wabah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui pangan di berbagai negara.
Mengapa Hepatitis B, C, dan D Tidak Menular Lewat Makanan?
Berbeda dengan hepatitis A dan E, hepatitis B (HBV), hepatitis C (HCV), serta hepatitis D (HDV) tidak ditularkan melalui makanan maupun minuman.
WHO menyebut hepatitis B lebih sering menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, hubungan seksual tanpa pengaman, atau dari ibu ke bayi saat persalinan.
Sementara itu, hepatitis C umumnya ditularkan melalui paparan darah, misalnya akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian atau alat medis yang tidak steril.
Adapun hepatitis D hanya dapat menginfeksi seseorang yang telah terinfeksi hepatitis B karena virus tersebut membutuhkan HBV untuk berkembang biak.
Dengan kata lain, makan bersama, berbagi alat makan, maupun mengonsumsi masakan yang dibuat oleh penderita hepatitis B atau hepatitis C tidak akan menyebabkan seseorang tertular penyakit tersebut.
Baca Juga: Omoda O4 Resmi Rilis Global di Indonesia, Dibekali Fitur AI Canggih dan Range Jauh
Cara Mencegah Hepatitis Melalui Kebersihan Makanan
Menjaga kebersihan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko penularan hepatitis A dan hepatitis E. Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Memasak makanan hingga benar-benar matang.
- Memastikan air minum berasal dari sumber yang bersih dan aman.
- Menjaga kebersihan peralatan makan serta lingkungan dapur.
- Mendapatkan vaksin hepatitis A bagi kelompok yang direkomendasikan.
- Menghindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang yang berisiko terkontaminasi.
Sementara itu, pencegahan hepatitis B lebih difokuskan pada vaksinasi, menghindari kontak dengan darah yang terinfeksi, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, serta menerapkan perilaku seksual yang aman.
Tidak semua hepatitis dapat menular melalui makanan. Dari lima jenis virus hepatitis, hanya hepatitis A dan hepatitis E yang terbukti dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Sebaliknya, hepatitis B, C, dan D memiliki jalur penularan yang berbeda, yaitu melalui darah, cairan tubuh tertentu, atau dari ibu kepada bayi saat persalinan.
Memahami perbedaan ini penting agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang keliru. Selain menjaga kebersihan makanan dan lingkungan, penerapan pola hidup bersih serta vaksinasi juga menjadi langkah efektif untuk menekan risiko infeksi hepatitis.
