Berbeda dengan hepatitis A dan E, hepatitis B (HBV), hepatitis C (HCV), serta hepatitis D (HDV) tidak ditularkan melalui makanan maupun minuman.
WHO menyebut hepatitis B lebih sering menyebar melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, hubungan seksual tanpa pengaman, atau dari ibu ke bayi saat persalinan.
Sementara itu, hepatitis C umumnya ditularkan melalui paparan darah, misalnya akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian atau alat medis yang tidak steril.
Adapun hepatitis D hanya dapat menginfeksi seseorang yang telah terinfeksi hepatitis B karena virus tersebut membutuhkan HBV untuk berkembang biak.
Dengan kata lain, makan bersama, berbagi alat makan, maupun mengonsumsi masakan yang dibuat oleh penderita hepatitis B atau hepatitis C tidak akan menyebabkan seseorang tertular penyakit tersebut.
Baca Juga: Omoda O4 Resmi Rilis Global di Indonesia, Dibekali Fitur AI Canggih dan Range Jauh
Cara Mencegah Hepatitis Melalui Kebersihan Makanan
Menjaga kebersihan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko penularan hepatitis A dan hepatitis E. Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Memasak makanan hingga benar-benar matang.
- Memastikan air minum berasal dari sumber yang bersih dan aman.
- Menjaga kebersihan peralatan makan serta lingkungan dapur.
- Mendapatkan vaksin hepatitis A bagi kelompok yang direkomendasikan.
- Menghindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang yang berisiko terkontaminasi.
Sementara itu, pencegahan hepatitis B lebih difokuskan pada vaksinasi, menghindari kontak dengan darah yang terinfeksi, tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian, serta menerapkan perilaku seksual yang aman.
Tidak semua hepatitis dapat menular melalui makanan. Dari lima jenis virus hepatitis, hanya hepatitis A dan hepatitis E yang terbukti dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Sebaliknya, hepatitis B, C, dan D memiliki jalur penularan yang berbeda, yaitu melalui darah, cairan tubuh tertentu, atau dari ibu kepada bayi saat persalinan.
Memahami perbedaan ini penting agar masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang keliru. Selain menjaga kebersihan makanan dan lingkungan, penerapan pola hidup bersih serta vaksinasi juga menjadi langkah efektif untuk menekan risiko infeksi hepatitis.
